RMco.id  Rakyat Merdeka - Saat ini, pandemi Covid-19 membuat sistem pembelajaran berubah pola. Dari secara tatap muka, yang dilakukan dalam kondisi normal, kini harus dijalankan lewat virtual.

Namun demikian, ungkap senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta senior Sabam Sirait, hal ini tak boleh menyurutkan proses pendidikan. Proses belajar mengajar harus terus berjalan dengan tingkat yang berkelanjutan. "Sebab, Indonesia, dan juga negara-negara lain, masa depannya sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini," kata Sabam, Senin (13/7).

Berita Terkait : Sabam Sirait: Sekarang Ini Momentum untuk Saling Mengeratkan

Sabam yakin, pemerintah, baik pusat atau daerah, akan memberi perhatian yang penuh untuk pendidikan Indonesia. Tentu saja, siapa pun tidak ada orang yang tidak ingin bersekolah atau tidak ada yang tidak ingin pintar. "Untuk itu, negara harus mampu menjamin putra-putri bangsa mendapat pendidikan yang layak dan merata," ungkap anggota MPR paling senior.

Sabam bercerita, dulu dia pernah menempuh pendidikan lewat Sekolah Rakyat. Sekolahnya sangat sederhana dan terbatas. Namun, ada banyak orang hebat di negara ini yang lahir dari sekolah rakyat. Dengan perkembangan yang ada saat ini, Sabam yakin mutu dan kualitas pendidikan Indonesia akan lebih baik dan mampu bersaing di kancah international.

Berita Terkait : Hadapi Pandemi, Masyarakat Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Sabam menekankan, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal dalam menghadapi pandemi virus Covid-19 merupakan hal yang tak bisa dipungkiri. Mau tak mau kondisi baru ini harus dihadapi sebab bagaimanapun aspek kehidupan terus berjalan dan berputar.

"Untuk itu di era pademi ini, kita harus terus bekerja sama, saling mengingatkan, dan saling mendorong untuk Indonesia yang lebih baik," tutup Sabam. [USU]