RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan penyanyi cilik Tina Toon, kini telah bertransformasi menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PDIP. Bukan hanya sebagai bunga demokrasi, Tina justru tampil menggigit. Ia terkenal fokus di persoalan banjir dan pendidikan di Ibu Kota.

Pemilik nama lengkap Agustina Hermanto itu mengaku geregetan, dengan persoalan banjir. Terakhir, ketika dapilnya yaitu di Cilincing dan Kelapa Gading yang sampai lima kali kebanjiran medio Januari-Februari 2020 lalu.

“Kenapa (saya) kenceng, karena ini sudah lama siklusnya meningkat. Lima kali. Bayangkan! Itu sudah tidak bisa ditolerir. What happened?! Ini harus ada penjelasan Pemprov,” ujar Tina, di acara Merdeka Bicara, yang digelar secara virtual oleh Rakyat Merdeka, Rabu (22/7).

Baca Juga : Jakarta Cetak Rekor Baru Lagi, Duh Gusti Kapan Turunnya...

Tina pun bercerita, saat itu langsung mencari akar masalah banjir. Bersama dengan Walikota Jakarta Utara, dan Suku Dinas terkait, blusukan dan memperbaiki masalah banjir. Ia bercerita, sempat geregetan ketika pompa air tak kunjung datang.

“Aku sampai kenceng banget, nungguin mesin pompa dateng di ujung pengambilan airnya itu. Di sana, sembilan jam air nggak turun-turun,” ceritanya.

Soal banjir, kata Tina lagi, seharusnya sudah bisa dibereskan. Namun sepertinya akan mundur. Karena terkendala Covid-19. Sebelum pandemi, pansus DPRD DKI sudah punya program yang akan dilakukan pada musim kering saat ini.

Baca Juga : Top! Pupuk Indonesia Sabet The Most Promising Company Marketing 3.0

Pun soal pendidikan, Tina termasuk vokal. Bahkan semprotannya kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim soal pendidikan jarak jauh, menjadi viral dan banyak didukung masyarakat.

Tina sempat memposting pendapatnya di Instagram miliknya, bahwa tidak semua orang itu kaya dan bisa melakukan aktivitas online. Ia berkelakar, apa Mas Menteri mau bayarin seluruh kuota anak didik? Kritik itu, katanya, didasari banyaknya aspirasi yang sampai kepadanya.

“Pendidikan jarak jauh heboh juga. Ini uneg-uneg banyak yang masuk. Bukan Jakarta saja. Tapi seluruh Indonesia. Kenapa keras, karena ini baru wacana dan harus dipatahkan,” beber Tina bersemangat.

Baca Juga : Mulai Besok, Blok G Balai Kota Lockdown 3 Hari

Sesuai mekanisme kebijakan, katanya, sebelum terlambat, sebaiknya disuarakan sebelum ada ‘ketok palu’. Baginya, jika sudah disahkan, demonstrasi seperti apapun menjadi tidak efektif. Karena sudah dilegislasikan.

“Wacana ini dipatahkan dulu. Online sekarang belum bisa lah. Jangan nanti dionlinekan, banyak yang putus sekolah. Di luar sana, nggak semua kaya. Jadi aku bilang, apa kuota (internet) semuanya mau dibayarin?” cetusnya. BSH