Tahun Baru, Pasokan Pangan Tetap Aman

Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan. (Foto: IG @danieljohan_dj)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan. (Foto: IG @danieljohan_dj)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi  IV DPR Daniel Johan optimis pasokan  pangan hingga akhir tahun nanti  bakal aman. Dengan  begitu, harganya juga  akan stabil. Tidak  bakal terjadi kenaikan  berarti. Keyakinan politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  ini  didasarkan pada kinerja  bidang  pertanian  selama  ini.  Dalam  tiga  tahun  terakhir, pemerintah  mampu  menyediakan pasokan pangan dengan  baik. Baik itu hari biasa maupun  di hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

“Kalau  lihat  persiapan  pemerintah  dan  laporan  dari  para Dirjen Kementerian  Pertanian,  pasokan  dan  harga  pangan  hingga  akhir  tahun  ini  akan stabil. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Daniel  Djohan. Politisi asal Kalimantan Barat  ini  mengaku senang  dengan  kinerja pemerintah dalam mengendalikan  inflasi.  Selama  ini, Daniel menilai pemerintah selalu mampu menjaga  inflasi  bawah dua  digit.  Keberhasilan  ini  tentunya tak lepas dari kinerja  pertanian  yang  mampu  menyediakan  pasokan  pangan  dengan baik. “Salah  satu  prestasi  pemerintah  saat  ini  memang  karena  inflasi sangat  terkendali. Ini  karena  pemerintah mampu  menjaga  harga, utamanya  bahan  pangan,  yang  tidak terlalu bergejolak. Semua  masih di bawah dua digit kan,” ujarnya.

Baca Juga : Dipanggil KPK, Hasto Datang

Di kesempatan berbeda, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi  menegaskan  komitmennya  untuk menjaga kecukupan  pangan, hingga akhir tahun nanti. Pasokan bahan pokok seperti  bawang, akan  terdistribusi dengan baik hingga ke konsumen dan menguntungkan petani. “Menteri Pertanian selalu menekankan untuk menjaga  ketersediaan, pasokan, dan harga  guna  menyambut hari besar keagamaan atau hari libur nasional.  Apalagi, sebentar lagi Natal dan Tahun Baru. Ketersediaan  bawang  merah harus aman. Konsumen harus tersenyum,  dan  petani  harus untung,” kata Suwandi.

Dijelaskan, sejak  jauh-jauh hari, pihaknya sudah  melakukan  program  pendampingan dan pengawalan di sentra utama bawang merah, yang tersebar  di  14  kabupaten  penyangga Jabodetabek. Langkah ini  sengaja  dilakukan  sebagai  upaya menghadapi perayaan besar di akhir tahun 2018 ini yakni Natal dan Tahun Baru. Dalam  hitung-hitungannya,  kebutuhan bawang merah untuk  Jabodetabek di periode November 2018 hingga Januari 2019 sekitar  24  ribu  ton.  Rinciannya,  8 ribu ton per bulan. Sentra-sentra besar  bawang  merah  mulai dari  Brebes,  Cirebon,  Demak, Nganjuk,  Bima,  hingga  Solok dipastikan siap memasok kebutuhan tersebut. “Rata-rata  produksi  di  14 sentra tersebut mencapai 68 ribu ton  per bulan.  Bulan Januari nanti, puncaknya panen raya. Selain Jabodetabek, kami pastikan pasokan untuk daerah lain juga aman terkendali,” ujar Suwandi.

Baca Juga : Pasien Terduga Virus Korona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Belum Bisa Dipastikan

Terpisah, Kepala  Dinas  Pertanian  dan Pangan  Kabupaten  Demak, Jawa Tengah, Wibowo ikut memberi penjelasan. Menurutnya, luas panen bawang merah di Kabupaten  Demak mencapai 6.300 hektar per tahun. Varietas  yang  banyak  ditanam adalah bawang bima brebes. Produktivitas rata-rata 8 hingga 10 ton per hektar. “Pasar bawang merah diperuntukkan bagi pasar lokal  dan  memasok  kebutuhan Jabodetabek,” katanya. [KAL]