RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menyayangkan kekayaan laut dalam negeri belum dikelola maksimal. Padahal, bila dikelola dengan baik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait : Di Depan Gus Miftah, Retno Bicara Diplomasi

“Berdasarkan diskusi saya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahwa potensi laut kita baru dikelola 20 persen,” ungkap Gus Jazil saat menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar bertema, Pengelolaan dan Pemberdayaan Wilayah Kepulauan dan Pesisir, di Gedung Parlemen, Jumat (28/08).

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Politikus Dari PKB itu meminta pemerintah untuk lebih memberikan perhatian terhadap potensi laut. Jangan sampai, rakyat tidak mendapatkan manfaat yang cukup dari kekayaan sumber laut negeri ini. “Jika kita sebagai poros maritim dunia belum bisa mensejahterakan rakyat maka bisa menjadi pertanyaan, apakah sebutan poros itu nyata atau hanya sekedar jargon,” cetusnya.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Dia menyentil kebijakan pemerintah yang yang berubah-ubah. Misalnya, dahulu ada target penenggelaman kapal, sekarang kebijakan itu berubah. Kemudian, sebelumnya dilarang ekspor bibit lobster, sekarang berubah, dibolehkan. Gus Jazil menuturkan, dirinya sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan perubahan kebijakan. Tetapi ditekankannya, kebijakan itu harus bisa memberdayakan nelayan atau masyarakat di pesisir sekaligus bisa meningkatkan pendapatan. “Intinya, perlu ada konsistensi kebijakan atau regulasi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat nelayan dan pesisir,” ucapnya.
 Selanjutnya