RMco.id  Rakyat Merdeka - Legislator Senayan mempertanyakan terus menurunnya target produksi perikanan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara, anggaran yang digelontorkan untuk KKP setiap tahunnya meningkat.

Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan mencontohkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Tangkap menargetkan produksi perikanan sebesar 8,08 juta ton dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 102 sampai sampai 104. Namun, NTL periode Agustus ini terjadi penurunan cukup signifikan sebesar 95,25, dibandingkan Juli atau April. Penurunan NTN ini justru terjadi di lebih 70 persen wilayah Indonesia dengan rata-rata di bawah 100. 

Berita Terkait : Temui Ganjar, Gobel Ngomongin Investasi IKM

“Ini harus jadi soal kita sehingga dalam penyebaran anggaran ini perhatikan sebaran-sebaran provinsi yang NTN di bawah 100 agar kesejahteraan nelayan bisa ditingkatkan,” kata Johan dalam rapat bersama pejabat eselon I KKP di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin. 

Karena itu, dia usul, KKP memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, utamanya kapal tangkap. “Jangan kita beri kapal besar kepada nelayan-nelayan tangkap yang kecil yang mungkin ukuran 7-9 meter bisa digunakan nelayan kecil tetapi di saat sama juga diberi kepada koperasi atau agar nelayan kita jumlah tangkapnya lebih besar dengan kapal 30 GT,” kata politisi PKS ini.

Berita Terkait : PSBB DKI Diperketat, Muhidin: Ekonomi Makin Berat

Demikian juga, di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya di mana untuk Tahun 2021 ditargetkan produksi perikanan budidaya sebesar 19,4 juta ton dengan NTN sebesar 102 dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,2 triliun. Namun produksi perikanan sejak Tahun 2017 sampai Tahun 2020 termasuk target produksi di Tahun 2021 terus mengalami penurunan. 

“Tahun 2017 hasil budi daya kita sebesar 22,79 ton, sampai 2020 berkurang menjadi 18,44 juta ton. Ini mohon penjelasan kenapa dengan peningkatan anggaran (di KKP) produksi kita malah turun. Karena itu saya usul juga perbanyak pembangunan klaster kawasan sentra perikanan budidaya pada daerah-daerah budidaya yang jauh dari laut,” jelasnya. 
 Selanjutnya