RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Panitia Kerja (Panja) Energi Komisi VI DPR Muhammad Rapsel Ali meminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk berhenti membuat gaduh. Rapsel menyarankan, Ahok lebih baik fokus bekerja memperbaiki kinerja Pertamina yang merugi 767,92 juta dolar AS atau sekitar Rp 11,13 triliun pada semester I-2020.

Rapsel juga menegaskan, Ahok harus banyak belajar agar bisa menjalankan tugas dengan baik di Pertamina. Termasuk belajar kepada Komisaris Utama Pertamina sebelumnya seperti Tanri Abeng. Bukan hanya soal perusahaan, namun juga etika.

Berita Terkait : Puan Minta Kantor Pemerintah Beri Contoh Disiplin Protokol Kesehatan

“Sebaiknya Ahok jangan sungkan berguru ke komut sebelumnya, Pak Tanri Abeng. Ia harus belajar tentang bagaimana menjaga etika budaya perusahaan di perusahaan BUMN,” tegas Rapsel, Kamis (17/9). 

Ahok kembali menjadi sorotan awal pekan ini setelah muncul videonya di YouTube. Tidak hanya bicara soal Pertamina, Ahok juga meminta Kementerian BUMN dibubarkan, diganti dengan sistem super holding seperti yang dilakukan Singapura melalui Temasek. 

Berita Terkait : Nasir Djamil: Ingat Lagu Iwan Fals Ya, Bongkar!

Bagi Rapsel, Kementerian BUMN beda dengan super holding seperti Temasek. Alasannya, Temasek bekerja sepenuhnya dengan motif komersial. Sedangkan BUMN, tidak semua berfungsi komersial. Ada kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

Politikus Nasdem dari daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I itu juga mengkritik Ahok yang nyerang internal Pertamina, salah satunya menyangkut permainan antardireksi. Menurut Rapsel, sebagai orang dalam, harusnya Ahok memperbaiki dari dalam. “Harusnya ia bekerja tanpa membuat gaduh. Cukup internal saja,” saran menantu Wapres KH Ma’ruf Amin ini.

Berita Terkait : Deddy Sitorus: Pernyataan Ahok tentang BUMN dan Pertamina Kurang Bijak

Rapsel menegaskan, ucapan Ahok soal tata kelola Pertamina secara tidak langsung mengkritik diri sendiri. Sebab Ahok adalah komisaris utama. “Intinya, kami menginginkan performa Pertamina yang terbaik. Kami tidak butuh teriak-teriak apalagi yang kontraproduktif,” tandasnya. [USU]