Sebelumnya 
Dengan demikian, pemerintah tidak hanya memperhatikan stimulus dari sisi suplai saja, tapi demand. Sebab, jika kalau sisi suplainya saja yang distimulus atau sektor pelaku usaha saja yang diberikan bantuan, sementara daya beli masyarakat tidak diperhatikan, yang terjadi pada akhirnya pertumbuhan ekonomi tetap macet alias stagnan.

Kendati ada bantuan bagi pelaku UMKM dan korporasi, dia meminta perusahaan yang lancar secara keuangan juga diperhatikan.

Berita Terkait : Komisi XI DPR: Kesehatan dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama dan Seimbang

Sebab, sekarang banyak dari mereka juga dilanda kesulitan lantaran jika dulu bisa ngutang untuk belanja bahan baku, sekarang akibat Covid-19 terpaksa harus belanja tunai.

Akibatnya perusahaan mengalami kesulitan dana cashflow. “Perusahaan-perusahaan seperti itu mesti dibantu biar lancar,” katanya.

Berita Terkait : Puan: Beri Kesempatan Polri Selesaikan Penyidikan Kebakaran Kejagung

Pemerintah, lanjut Darmadi, kini juga tengah berupaya mempercepat investasi melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja. RUU ini bagus untuk menarik investasi namun seyogyanya investasi itu yang bisa menciptakan lapangan keja sangat luas.

Bukan sebaliknya, investasi penggunaan teknologi atau yang hanya membuka lapangan kerja sedikit. Apalagi jumlah pengangguran saat ini terus bertambah. Begitu juga angka kemiskinan terus meningkat akibat Covid-19 ini. [KAL]