RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyesalkan wacana penghapusan mata pelajaran (mapel) sejarah di kurikulum baru.

Pasalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim belum pernah membahas agenda penghapusan mapel yang akan diterapkan tahun 2021 itu.

“Komisi X DPR belum pernah diajak membahas kurikulum baru, tiba-tiba muncul isu mapel sejarah dihapus, ada apa? Jangan menunggu ada kehebohan, baru terbuka. Semua mekanisme pembuatan kebijakan harus dipenuhi, tak hanya pendekatan atas-bawah (top-down), ada juga mekanisme politik, teknokratif, partisipasif dan pendekatan bawah-atas (bottom-up),” tegas Fikri dalam tertulisnya, kemarin.

Berita Terkait : Komisi II DPR Dorong Pemerintah Segera Terbitkan Perppu Pilkada 2020

Lebih lanjut, anggota Fraksi PKS ini meminta Menteri Nadiem memastikan pelibatan semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan sebelum mengambil kebijakan tersebut.

Dengan begitu, kebijakan yang lahir dapat tampil di ruang publik telah menjadi keputusan yang sudah solid. “Hal itu dapat dimulai dengan komunikasikan kepada Komisi X DPR. Mas Menteri harusnya sampaikan dan paparkan secara gamblang di DPR, baru dilaunching,” tegas dia.

Fikri juga menyoroti sejumlah perubahan mata pelajaran yang dilakukan pada draf kurikulum yang beredar di publik. Ia mencatat, sebanyak 15 mata pelajaran, disederhanakan menjadi 11 dan beberapa mata pelajaran berganti nama.

Berita Terkait : Kok Banyak Banget Program Yang Tak Dibutuhkan Petani

“Menteri Nadiem perlu menjelaskan lebih rinci alasan dan pertimbangan penyederhanaan, serta perubahan mata pelajaran ini. Kalau begini, bisa-bisa yang protes bukan hanya guru sejarah, tapi guru-guru mapel lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Nadiem membantah isu soal penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum nasional.

“Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum nasional,” kata Nadiem melalui video yang dibagikan melalui Instagram pribadinya, Minggu (20/9). [ONI]