RMco.id  Rakyat Merdeka - Hingga saat ini, pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 masih berjalan sebagaimana yang direncanakan dan terkendali, khususnya di dalam situasi menghadapi Pandemi Covid-19. Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung menerangkan, hari ini adalah hari ke-14 setelah masa pendaftaran calon yang dilaksanakan pada 4-6 September 2020. 

Ahmad Doli mengakui, saat itu memang terjadi kerumunan massa, yang saat itu dikhawatirkan dapat memunculkan klaster baru. “Namun, dari informasi yang kami dapat, alhamdulillah sampai saat ini, situasi di 270 Wilayah yang melaksanakan Pilkada masih terkendali. Tinggal kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tahapan berikutnya, khususnya yang rawan kembali terjadinya pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19, seperti tahapan penetapan pasangan calon, masa kampanye, dan hari pemilihan,” ujarnya politisi Partai Golkar ini, Selasa (22/9).

Berita Terkait : NU dan Muhammadiyah Minta Pilkada Ditunda, Fraksi PKB Yakin Jokowi Dengar dan Pertimbangkan

Dia memastikan, Rabu besok (23/9), Komisi II DPR akan menggelar Rapat Kerja kembali bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi pelaksanaan tahapan berikutnya. Utamanya merumuskan aturan-aturan yang lebih kuat, tegas, dan ketat dalam penegakan disiplin dan penerapan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 pada Pilkada 2020. 

“Besok kita akan meminta penjelasan dari KPU tentang perubahan Peraturan KPU yang mengatur seluruh tahapan terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Selain penguatan PKPU, kami juga mendorong agar pemerintah segera menyusun dan menerbitkan Perppu yang lebih tegas dalam penegakan disiplin dan penerapan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” terangnya.

Berita Terkait : Mas Nadiem, Bicaralah Dulu Dengan Senayan

Ahmad Doli mengajak semua pihak tetap optimis Indonesia bisa menjalankan seluruh agenda nasional, termasuk Pilkada, walaupun di tengah masa pandemi Covid-19. “Kita bisa belajar dari sekitar 40-an negara yang telah melaksanakan Pemilu, baik nasional maupun lokal, di masa pandemi. Bahkan Amerika Serikat juga sedang melangsungkan Pemilu Presiden hingga November ini, padahal jumlah kasus Covid di sana jauh lebih tinggi. Indonesia adalah negara yang terakhir akan melaksanakan Pemilu dari seluruh negara di dunia di tahun 2020 ini,” tutupnya. [USU/TIM]