RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Sutrisno mendukung pengembangan kawasan bawang putih oleh Direktorat Jenderal Hortikultura. Soalnya, program ini dapat mendukung program swasembada bawang putih dan mengurangi ketergantungan negara pada impor yang memang 95 persen kebutuhan nasional dipasok dari luar.

“Kemarin saya bersama petani panen raya bawang putih di Majalengka. Yang mengejutkan ada bawang putih lokal, usia baru tiga bulan tumbuhnya sudah sangat baik,” kata Sutrisno, dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan jajaran di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/) lalu.

Berita Terkait : Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker Ketok Palu, Baleg: Seluruh Fraksi dan Elemen Dukung

Dia lalu menunjukkan bawang putih hasil panen milik para petani Majalengka ke Menteri Syahrul. Bawang putih tersebut masih lengkap dengan daun dan siung bawang putih, dengan ukuran yang lumayan besar.

Panen bawang putih ini menunjukkan, Majalengka berpotensi menjadi salah satu sentra bawang putih nasional. “Bawang putih ini sudah turun temurun dan ditanam sejak 1960-an,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Berita Terkait : Komisi XI DPR: Perppu SSK Tak Hilangkan Independensi BI dan OJK

Karena itu, sambung Sutrisno, petani di Jawa Barat, khususnya Majalengka, siap mensukseskan swasembada bawang putih dengan melakukan penanaman di kawasan yang sesuai dengan agroklimetnya.

Hanya saja, harus ada jaminan pasar untuk lebih menggairahkan para petani di wilayahnya. Sebab persoalan yang dihadapi saat ini, mereka terkendala pasar karena kurang mampu bersaing dengan bawang putih impor.

Berita Terkait : Komisi VI: Biar Pelat Merah Jadi Perusahaan Kelas Dunia

“Alokasi tanam bawang putih seluas 185 heaktare tahun 2021 siap ditanam di Majalengka bila ada jaminan harga,” pungkasnya.
 Selanjutnya