RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Gus Jazil) berharap masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin saat Pilkada serentak nanti. 

"Pilihlah pemimpin yang memberi kemaslahatan kepada rakyat," ujar  Gus Jazil  saat menyampaikan  sosialisasi 4 Pilar MPR kepada masyarakat Sewon, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul,  DI Yogyakarta, Minggu (4/10).  

Ikut hadir dalam acara ini  Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Sukamto, Anggota DPRD I Yogyakarta Umaruddin Masdar dan Wakil Bupati Bantul Halim Muslih. Ketua DPW PKB Yogyakarta Agus Sulistiyono ikut hadir.   

Gus Jazil mengatakan, pemerintah sepertinya tidak akan menunda lagi Pilkada. Penundaan kembali akan menghilangkan kepercayaan terhadap pemimpin politik. Karena itu, ia minta masyarakat  menjalankan protokol kesehatan yang ketat saat pencoblosan nanti. Bantul satu dari lima kabupaten/kota di Yogyakarta yang akan menggelar Pilkada serentak pada Desember nanti. 

Berita Terkait : Parpol Jangan Cuma Kejar Kemenangan Dong

Waketum PKB itu mengingatkan pilkada langsung adalah  proses demokrasi  untuk memilih pemimpin. Memang prosesnya mahal dan mendatangkan efek samping  yang buruk seperti politik uang, fitnah sampai hoaks. 

Namun ia meminta masyarakat memanfaatkan momen ini dengan baik. Jangan sampai salah dalam memilih calon pemimpin. Karena salah pilih akan menghasilkan kepala daerah yang tidak serius dalam bekerja.

"Karena tak akan memikirkan rakyatnya. Hanya berpikir untuk diri sendiri. Dan itu pasti akan mendatangkan masalah," kata Jazilul. 

Bagaimana menjadi pemilih yang cerdas?  Dia bilang hubungan pemimpin dengan rakyat adalah berdasarkan kemaslahatan. Contohnya, apakah calon pemimpin yang dipilih bisa membawa kesejahteraan atau tidak. 

Berita Terkait : Awasi Protokol Kesehatan, PDIP Bentuk Tim Disiplin

"Tidak mudah memang.  Karena itu syarat utama seorang pemimpin itu  adil.  Kalau pemimpin tidak adil saya yakin apa yang diharapkan rakyat tidak akan terealisasi," ujarnya.

Kepada para calon kepala daerah, Gus Jazil berpesan, agar memahami empat pilar dan memasukkan dalam visi-misi. Ia sering menemui ada cakada yang tidak memasukkan hal tersebut lantaran dianggap sudah tuntas atau lupa. 

Ia juga berpesan,  agar para calon  tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Berkampanye tidak boleh diluar koridor Pancasila.  Jangan menggunakan politik identitas yang sempit karena akan mendatangkan permusuhan dan konflik horizontal. 

"Ini yang tidak boleh dilakukan para calon. Masyarakat harus dicerdaskan. Saya khawatir di dalam kondisi Covid ini malah terjadi pembodohan," ungkapnya. 

Baca Juga : Mau Perpanjang SIM di Jakarta? Datang Saja Ke 5 Tempat Ini

Gus Jazil menekankan agar pilkada dijadikan momentum untuk merajut persatuan.

"Kompetisi iya tapi  ujungnya harusn persatuan," pungkasnya.  Gus Jazil melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta selama dua hari. Hari pertama ia melanjutkan kerja ke dua titik yaitu di Sewon, dan desa Bangunjiwo, Bantul.

Di sela kunjungannya, Jazilul menyempatkan berziarah ke tiga titik yaitu makam KH Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantoro dan Kanjeng Panembahan Purubaya. Hari ini rencananya Gus Jazil melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR di Sleman. BCG