RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Laksono mendukung keikutsertaan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam penanganan Covid-19 di berbagai daerah.

BIN terlibat melalui operasi Medical Intelligence untuk menanggulangi penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini. Medical intelligence ini, ujarnya, merupakan terobosan untuk mengatasi masalah ketahanan nasional. Apalagi, masalah Covid-19 ini menurutnya juga menjadi isu politik. 

Berita Terkait : Target Pimpinan DPR: RUU Omnibus Law Selesai Bulan Ini

Makanya, lanjut Dave, keterlibatan BIN ini untuk lebih memastikan segala isu yang beredar di masyarakat. Dengan demikian, situasi pandemi Covid-19 ini bisa tertangani dengan baik. “Apalagi, BIN memiliki personil dan operasional yang lebih rata di seluruh Indonesia,” katanya, di Jakarta, kemarin. 

Dave melihat, terobosan dan kebijakan yang diambil BIN dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19 sudah tepat. Bahkan sesuai tugas, pokok dan fungsinya yang digariskan oleh Undang-Undang. Sejauh ini, ujarnya, BIN mampu menjalankan peran penting mendukung upaya tenaga medis dan kesehatan dalam mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi karena Covid-19. 

Berita Terkait : Boro-boro Dapat Modal Kerja, Dapat Pupuk Saja Dipersulit

“BIN mampu memberikan dukungan kepada tenaga medis kita. Jadi bisa saling mem-backup. Walau penanganan Covid-19 itu tetap dilakukan tenaga medis. (BIN) Ini lebih menyiapkan tempat pengetesan, monitoring juga yang terinfeksi,” jelasnya. 

Putra politisi senior Agung Laksono ini berharap, BIN bisa lebih berperan aktif dalam melakukan tracing dan monitoring Covid-19. Langkah ini menurutnya cukup penting, mengingat tingkat tes Covid-19 ini jumlahnya masih jauh di bawah harapan. Karena itu, BIN juga diminta lebih aktif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Berita Terkait : Komisi IV DPR: RUU Cipta Kerja Lindungi Usaha Masyarakat di Sekitar Hutan

“Mungkin BIN bisa lebih agresif mengajak masyarakat melakukan tes Covid-19. Tapi tentunya dengan pendekatan yang lebih humanis. Bukan memaksa orang datang untuk testing,” tambah dia. 

Sebelumnya, Peneliti Kajian Strategis Intelijen Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib mengatakan, BIN mempunyai kewajiban ikut mengatasi pandemi ini, menyelamatkan masyarakat dari Covid-19. Ini sebagai tindak lanjut amanat dari Undang-Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen. 
 Selanjutnya