RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi energy dari Fraksi PKS, Rofik Hananto meminta penjelasan atas kabar mundurnya Shell dari proyek Masela.

“Kami meminta penjelasan informasi terkait mundur Shell dari Masela. Semoga itu bukan sejenis tricky atau game untuk menggantikan investor yang sesungguhnya sudah pasti, tetapi malah diutak-atik,” kata Rofik di Jakarta, Selasa (6/10)

Berita Terkait : Satgas Pertamina Siap Kawal Tender dan Kemitraan Proyek Strategis

Anak buah Ahmad Syaikhu ini menambahkan, apabila itu benar tentu ini tidak baik untuk iklim investasi. “Proyek ini sudah ditunggu-tunggu sejak 20 tahun lalu,” terangnya.

Perlu diketahui, pekerjaan proyek  Blok Masela sudah lebih dari 20 tahun mangkrak. Proyek ini bisa berjalan lagi di masa akhir kepemimpinan Menteri ESDM, Ignasius Jonan. 

Baca Juga : Gaet Belanda, Menteri Teten Janjikan Koperasi Petani dan Nelayan Lebih Modern

Namun kini, Shell dikabarkan mundur dari Proyek Gas Abadi Blok Masela. Shell memiliki hak partisipasi di Blok Masela sebesar 35% dan 65% oleh Inpex Corporation. 

Selain itu, Pemerintahan Daerah juga dipastikan bakal menerima jatah 10% hak partisipasi. 

Baca Juga : Gelar Rapat Gabungan, MPR Matangkan Pembentukan Mahkamah Kehormatan Majelis

Kabar mundurnya Shell dari proyek strategis nasional itu diungkapkan Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno. "Iya betul (mundur). Inpex sedang mencari penggantinya," kata Julius.

Saat ini, kata dia,  baik Inpex Corporation dan Shell tengah melanjutkan pembahasan untuk opsi pengambilan hak partisipasi sepenuhnya oleh Inpex. [FIK]