RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengingatkan pemerintah, masyarakat, dan pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kewaspadaan pada masa libur panjang akhir Oktober 2020,  terutama dalam penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Pada pekan depan ada libur panjang akibat dua hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Kewaspadaan semua pihak wajib dilakukan, terutama dalam disiplin menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi," pinta  Mbak Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat, dalam keterangannya, Senin (19/10).

Baca Juga : Mendagri Ingatkan Pemda Untuk Proaktif Hadapi Bencana Alam

Libur panjang pekan depan  merupakan gabungan tanggal peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober plus cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pada 28 dan 30 Oktober 2020. Sehingga, pekan depan akan ada libur mulai Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Relatif panjangnya waktu libur di masa pandemi tersebut, menurut Rerie, menuntut kewaspadaan semua pihak agar tidak terjadi peningkatan tajam penyebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata dan rumah tangga.  Legislator Partai NasDem itu meminta, semua pihak belajar dari dampak libur panjang pada akhir Juli dan Agustus 2020 lalu. Usai libur,  terjadi peningkatan kasus positif Corona. 

Baca Juga : Kemendagri Bakal Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Bencana

Mengutip analisa Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, lanjutnya,  akibat libur panjang akhir Agustus, pada 3 September terjadi lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Tanah Air sebanyak 3.622 orang.  Bahkan, tambah kasus positif Corona tercatat meningkat tajam hingga akhir September.

 Belajar dari pengalaman itu,  Rerie meminta, Pemerintah dan pengelola tempat-tempat wisata jangan hanya menghimbau agar masyarakat tidak berkerumun saat sedang liburan. Tetapi menerapkan sejumlah strategi atau pengaturan agar masyarakat yang sedang berlibur tidak menciptakan kerumunan. 

Baca Juga : Siapkan Timnas Wanita Indonesia, PSSI Bakal Buka Seleksi Pelatih

Rerie menegaskan, konsistensi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak dalam kegiatan di masa liburan sangat diharapkan.

"Abai terhadap protokol kesehatan di masa liburan bukan hanya berpotensi menciptakan klaster penyebaran Covid-19 di tempat wisata, lebih dari itu, bisa tercipta klaster penyebaran rumah tangga," pungkasnya. QAR