RMco.id  Rakyat Merdeka - MPR bakal segera membentuk Mahkamah Kehormatan Majelis (MKM). Keberadaan MKM diharapkan menjadi simbol komitmen untuk menghadirkan etika, pentingnya praktek etika, moral,  serta akhlak dalam berbangsa dan bernegara dalam bingkai 4 pilar MPR.

Hal itu diungkapkan  Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat hadir dalam  temu tokoh masyarakat yang diselenggarakan Ormas Garuda Keadilan Sumatera Barat secara virtual, Sabtu (24/10). 

Baca Juga : HAPI Gelar Pengangkatan Advokat

Menurutnya, kehadiran MKM bisa menjadi simbol, dan menguatkan komitmen beretika dalam  melaksanakan 4 pilar MPR. Selain itu, pembentukan MKM dapat mendorong serta mengawal kinerja lembaga MPR.

"Para pimpinan dan anggota MPR RI itu nanti bisa menjadi contoh dalam memegang prinsip etika, moral, dan akhlak dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya. HNW sapaan akrab Hidayat menyatakan bahwa Empat Pilar MPR perlu dipahami lebih jauh oleh masyarakat. Baik terkait pengenalan, pemahaman dan pengamalan Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Baca Juga : Kini Perempuan Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Selain penting untuk dipahami, lanjut HNW, Empat Pilar  juga perlu diaktualisasikan dan dikontektualisasikan agar para tokoh masyarakat dan kalangan tokoh-tokoh pemuda.

HNW berharap, setelah sosialisasi ini, para tokoh masyarakat dan pemuda  dapat mendorong hadirnya komitmen menjaga dan menguatkan ber NKRI sesuai dengan realisasi cita-cita proklamasi dan cita-cita reformasi. 

Baca Juga : Bos AP II Ramal Akan Terjadi Lonjakan Penumpang 9 Persen Pada Libur Panjang

“Apalagi untuk warga Minang, NKRI adalah warisan jihad dan ijtihad perjuangan tokoh Partai Islam Masyumi, yang berasal dari Minang, beliau adalah M Natsir. Agar nanti NKRI itu dapat diwariskan dengan sebaik-baiknya kepada generasi milenial dan anak cucu saat nanti memperingati 100 tahun Indonesia Merdeka,” tukasnya. 

HNW meyakinkan, para tokoh Minang bisa mengatasi rintangan di dalam memperjuangkan kemerdekaan karena memegang teguh prinsip etika, akhlak, moral berbangsa dan bernegara. Dan, mereka menyepakati Empat Pilar. QAR