RMco.id  Rakyat Merdeka - Politisi Senayan menyesalkan adanya penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan diduga terkait kebijakan ekspor benur atau benih lobster.

Berita Terkait : Staf Honorer KKP Digarap, KPK Terus Usut Penerimaan Uang Edhy Prabowo

Komisi IV jauh-jauh hari telah mengingatkan dampak ekspor benur ini. Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan, sejak awal kebijakan ini digulirkan, dirinya tak pernah memberikan persetujuan. Soalnya, kebijakan ini rawan masalah. apalagi, ekspor ini justru ditujukan ke negara yang merupakan pesaing berat Indonesia untuk komoditi yang terbilang cukup menggiurkan ini.

Berita Terkait : Penyidik Telisik Soal Fee Buat Edhy Prabowo

"Saya sesalkan juga, benur itu diekspor ke Vietnam yang jelas-jelas kompetitor di bidang perikanan dan laut. Peringatan itu sudah sering saya sampai-kan melalui media cetak, online atau pun televisi,” katanya, kemarin.

Baca Juga : Setahun Dipacari Deva

Politisi Golkar ini mengingatkan, benih lobster merupakan bagian ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungannya. Semestinya, benih itu dibiarkan tumbuh dan berkembang secara alamiah. “Supaya setelah menjjadi lobster tangkapan, harganya bisa mahal dan menguntungkan nelayan. Saatnya menghentikan ekspor benih lobster ini,” tambahnya.
 Selanjutnya