RMco.id  Rakyat Merdeka - Mengisi hari pertama reses, Jumat (29/3), Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tugu Mulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel). Di sana, pentolan Partai Gerindra ini meninjau saluran irigasi yang dan tempat budidaya ikan.

Edhy datang ditemani dua anggota Komisi IV: Fadholi dan Hermanto. Ketiganya didampingi Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Pengembangan Bio Industri Bambang, Sesditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Pamuji, Direktur Irigasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Rahmanto, dan Kepala Balai Besar Padi Priatna Sasmita, dan Wakil Bupati Musi Rawas Suwarti.

Acara kunjungan diawali dengan dialog bersama para petani dan pelaku budaya ikan air tawar. Dalam dialog itu, para petani mengeluhkan pasokan air yang kurang. Akibatnya, ada perebutan air antara petani dan pelaku budidaya ikan tawar.

Baca Juga : Bank Mandiri Perkuat Layanan Digital Di Banten

Mendengar keluhan ini, Edhy meminta Pemerintah Daerah bergerak cepat. Permasalahan dan konflik penggunaan air untuk pertanian dan perikanan harus segera diakhir.

“Harapannya ada jalan keluar. Petani airnya kurang, perikanan juga butuh air. Soal pembagian air untuk sawah dan perikanan, ini teknis. Jangan tarik-menarik. Ini sudah di mediasi Pemda dan Kepala Daerah. Kami di Pusat mengayomi ikut mendorong agar ada jalan tengah,” kata Edhy.

Mengenai irigasi yang rusak, Edhy berjanji akan berkoordinasi dengan Komisi V, yang bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dia berharap, dengan koordinasi itu, perbaikan irigasi yang sudah rusak dua tahun lebih bisa segera terealisasi.

Baca Juga : AS Bujuk Saudi Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

“Anggarannya ada kok. Saya sebagai wakil rakyat dari dapil Sumsel tidak akan mendiamkan. Tinggal realisasi saja sebenarnya," ujarnya.

Dia juga berjanji akan mengatasi masalah kekurangan benih, baik untuk pertanian maupun perikanan. “Sumsel ini luar biasa anggaran pertaniannya. Sebelumya hanya Rp 88 miliar. Sekarang sudah Rp 1,4 trilliun. Tinggal nanti kita lihat alokasinya untuk benih di Musi Rawas," tambahnya.

Rombongan juga sempat salat Jumat di Masjid Al Muhajirin, Desa Tugu Mulyo. Setelah Jumatan, di depan jemaah, Edhy meminta masukan. Di sana, seorang jemaah juga mengeluhkan perebutan air antara untuk kolam, kebun, dan sawah. Jemaah itu ingin irigasi lancar dan merata, terutama untuk persawahan.

Baca Juga : Israel Mau Lanjut Bangun 1.300 Pemukiman Lagi

“Tugu Mulyo ini tinggal 50 persen saja persawahannya. Kekurangan air. Petani padi dan kolam jangan berantem lagi,” pinta jemaah itu.

Edhy langsung mengiyakan. Dia pun meminta Pemprov Sumsel terus memantau kasus ini. Sebab, aliran irigasi ini lintas kabupaten, dari Lubuk Linggau hingga Musi Rawas.

“Kami ke sini melihat langsung persoalan di Tugu Mulyo, perebutan air antara air tanaman pangan dan perikanan budidaya. Dialog sudah berbulan-bulan. Kami juga melihat irigasi yang putus. Insya Allah akan selesai,” ucapnya. [FAQ]