RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (BPO HKTI), Oesman Sapta Odang (OSO) meminta masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial, tidak merasa minder menjadi petani. Pasalnya, petani adalah soko guru bangsa yang menjaga ketahanan pangan nasional.

OSO meminta HKTI melakukan inovasi agar para petani muda Indonesia bisa menyesuaikan diri dengan revolusi industri 4.0. Di mana digitalisasi, kecepatan serta efisiensi dibutuhkan di sektor pertanian. Dia yakin jika sektor pertanian nasional bisa mengikuti perkembangan zaman, profesi petani tidak akan dipandang sebelah mata lagi oleh kaum milenial.

"Para petani Indonesia harus kaya, karena petani itu bukan wilayah kotor. Contoh di Brazil, petaninya kaya raya," ujar OSO saat menghadiri HUT HKTI ke-46 di Ballrom Whiz Hotel Kelapa Gading, Jakarta, kemarin.

Dia juga meminta HKTI mendukung dan melanjutkan berbagai program pemerintah terkait peningkatan indeks dan produktivitas pertanian. Selain itu, para petani juga harus berperan aktif dalam mendorong modernisasi teknologi pertanian agar kaum milenial tertarik terjun ke sawah.

Baca Juga : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

"Pemerintah sudah punya banyak program untuk meningkatkan kualitas maupun infrastruktur pertanian nasion. Kita (HKTI) harus mendukung dan berperan aktif agar generasi muda indonesia tidak takut untuk bertani," tegas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini.

Kata OSO, dalam mempersiapkan peningkatan produksi, infrastruktur, serta membangun ketertarikan para petani milenial, HKTI harus menjalankan program 5S. "Lima S ini sangat penting, S pertama adalah strategi. HKTI harus menyusun strategi yang jitu dan tepat untuk memajukan dan memakmurkan petani. S Kedua, struktur organisasi," urai dia.

Kemudian, sambung OSO, HKTI harus mejalankan S ketiga, yakni skill (para petani). The right man in the right place atau setiap posisi diisi oleh orang yang berkompeten pada bidangnya masing-masing. Dan S yang keempat adalah sistem. "S kelima adalah speed dan target. Ini diperlukan untuk cepat mencapai target," jelasnya.

Sementara, Ketua Umum HKTI Moeldoko dalam sambutannya mengatakan, organisasi yang dia pimpin saat ini sudah berjalan dengan baik. Untuk itu, dia meminta seluruh Anggota HKTI terus berjuang demi mensejahterakan petani di Indonesia.

Baca Juga : Teten Gandeng KPK Kawal Banpres UMKM

"Kita harus menghargai perjuangan pak Oesman Sapta yang sudah berdarah-darah mengambil alih HKTI. Kalau nggak ada Pak OSO, HKTI nggak ada sekarang ini," ujarnya.

Dia mengingatkan agar HKTI fokus untuk memberikan kontribusi kepada para petani Indonesia. Terlebih, ungkap dia, di periode kedua pemerintahannya, Jokowi akan meningkatkan SDM para petani di seluruh wilayah Indonesia.

"Pak Jokowi sudah menyediakan infrastruktur di Indonesia, tidak hanya di Jawa saja. Periode kedepan, kualitas SDM-nya harus lebih baik. Dengan begitu, kebutuhan dasar seperti pangan juga menjadi lebih baik," harap dia.

Kata Moeldoko, saat ini HKTI mulai fokus dalam perbaikan taraf hidup petani-petani di Indonesia. Selain itu, HKTI juga akan mengubah pola pikir petani yang selama ini hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, menjadi petani bisa menjadi kaya. "Kesejahteraan para petani harus ditingkatkan. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan hidup," tegasnya.

Baca Juga : Hati-hati, Virus Corona Bisa Nyebar Sampai 1,8 M

HKTI juga berusaha mengoptimalkan penggunaan teknologi bagi pertanian. Meningkatkan mutu SDM petani dengan memperbanyak pembinaan. "HKTI mengajak generasi milenial turun dan mau ke sawah, karena petani itu pekerjaan mulia. Selanjutnya, kami akan memperbaiki pola distribusi dan penggunaan pupuk, serta menurunkan import komoditas pertanian," tandasnya. [ONI]