DPR Desak Polisi Tangkap Pilot Arogan Lion Air

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak Kepolisian segera melakukan tindakan tegas, menangkap Arden Gabriel Sudarto, pilot maskapai Lion Air yang melakukan pemukulan terhadap pegawai Hotel Lalisa, Surabaya, yang viral di media sosial. Berbekal pengaduan, keterangangan saksi dan bukti rekaman CCTV, Kepolisian dengan mudah menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat yang sedang mencari keadilan.

“Kepolisian harus bertindak cepat menangkap pelaku. Arogansi seperti ini tidak boleh dibiarkan berkeliaran di masyarakat,” tandas politisi Nasdem tersebut, Jumat (3/5).

Berita Terkait : Polisi Tangkap Tersangka Penipu Putri Arab

Sahroni mengingat agar pihak korban dan hotel tempatnya bekerja tak ragu melakukan upaya hukum atas pemukulan tersebut. Komisi lll, sebagai mitra kerja Polri, akan memback up dan mengawasi penuntasan upaya penegakan hukum dalam kasus tersebut.

“Sebagai negara hukum, institusi penegak hukumnya wajib responsif dan tidak boleh abai ketika terjadi perbuatan melawan hukum di tengah masyarakat,” ucapnya.

Berita Terkait : DPR Rampungkan Pembahasan Cukai Plastik Akhir April 2020

Sebagaimana diketahui, sebuah video berdurasi 59 detik yang viral di sosial media mempertontonkan seorang pria berseragam pilot tengah memprotes ihwal jasa laundry ke dua pegawai hotel. Tak lama kemudian, pilot tersebut menampar wajah dan memukul pegawai hotel tersebut secara berulang-ulang.

Asosiasi Perhotelan Surabaya telah melaporkan hal tersebut ke managemen Lion Air agar melakukan tindakan tegas atas perilaku arogan pilotnya. “Sudah kita laporkan ke pihak Lion Air. Kita menunggu respon dari pihak managemen Lion Air,” kata Rifan, mewakili Asosiasi Perhotelan Surabaya.

Berita Terkait : Data Pertanian Tak Akurat Bikin Pupuk Langka

Pihak Lion Air, melalui keterangan tertulis, telah mengkonfirmasi kejadian itu dan membenarkan bahwa awaknya yang berinisial AG melakukan tindakan pemukulan terhadap pegawai hotel di Surabaya. Atas perbuatannya, perusahaan mengeluarkan kebijakan larangan terbang atau grounded untuk pilot itu.

“Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaan dengan tidak menugaskan AG sesuai profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded),” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro. [FAQ]