Pemerintah dan DPR Harus Antisipasi Dampak Perang Dagang

Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah dan DPR perlu merumuskan berbagai inisiatif baru untuk menyiasati periode ketidakpastian global yang tereskalasi akibat potensi rusaknya sistem dan mekanisme perdagangan dunia, ekses dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. TNI dan Polri juga harus memastikan terjaganya stabilitas keamanan nasional dan ketertiban umum. 

Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan, insiatif baru atau kebijakan antisipatif diperlukan agar ekses perang dagang itu tidak menimbulkan kerusakan serius di dalam negeri. "Karena itu, Pemerintah dan DPR tidak boleh pasif," tegasnya, Minggu (9/6).

Berita Terkait : Bamsoet Lepas Jemaah Umrah Disabilitas yang Diberangkatkan Baladhika Karya

Sebab, bisa dipastikan bahwa kinerja ekspor akan melemah, sehingga defisit neraca perdagangan bisa berkepanjangan. Laju ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dan karet, tidak akan mulus lagi. 

Pada saat yang sama, ada potensi pasar Indonesia yang besar akan dibanjiri produk impor. Salah satunya adalah produk baja dari China. "Dampak ikutan lainnya adalah meningkatnya permintaan valuta asing akibat tingginya volume impor. Tingginya permintaan valuta asing berpotensi mendepresiasi rupiah," terang politisi yang akrab disapa Bamsoet ini.

Berita Terkait : Resmikan Kantor Hendropriyono, Bamsoet: Peran Swasta Diperlukan

Berbagai kemungkinan buruk itu harus diantisipasi. Pemerintah dan DPR harus bersiasat, agar ketidakpastian global itu tidak menimbulkan kerusakan serius. "Untuk itu, negara harus kondusif," tegas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, Indonesia memiliki modal dasar yang cukup mumpuni untuk menghadapi karut marut perdagangan global itu. Indonesia masih sangat potensial menarik investasi asing. Pembangunan infrastruktur yang merata di semua daerah juga dapat merangsang investor lokal untuk berbisnis. 

Berita Terkait : Bamsoet Harap Kerja Sama Indonesia-Rusia Terus Ditingkatkan

Motor pertumbuhan lainnya, sambung Bamsoet, adalah konsumsi masyarakat yang akan diupayakan tetap tinggi oleh Pemerintah. Semua itu masih ditambah lagi dengan naiknya tingkat keyakinan komunitas pebisnis mancanegara, sebagaimana tercermin dari pernyataan tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni Standard and Poor's atau S&P Global Rating, Fitch Ratings, dan Moody’s.  

"Modal dasar itu bisa dieksploitasi untuk mempertebal daya tahan ekonomi nasional. Syarat utamanya adalah terjaganya stabilitas keamanan nasional, ketertiban umum dan terjaganya stabilitas politik," tandas politisi Partai Golkar ini. [USU]