Bersinar di Kabinet Jokowi-JK, Amran Diibaratkan Ronaldo dan Messi

Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (bekerja putih) saat ngobrol dengan petani. (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR salut atas kinerja yang ditorehkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman selama 4,5 tahun belakangan ini. Kendati anggaran belanja bagi petani setiap tahunnya mengalami penurunan, Amran masih bisa berlari kencang. Ibarat pemain sepak bola, Amran sekaliber Messi dan Ronaldo yang menjadi tokoh utama kebangkitan di klub dan negaranya.

“Kenapa demikian? Karena kalau kita nonton bola Pak Menteri, biasanya tidak banyak pemain yang bisa melakukan  hatrick dalam satu pertandingan. Yang bisa melakukan itu pemain-pemain sekaliber Ronaldo, Messi, dan kalau diidentifikasi seperti itu maka Pak Menteri ini masuk kualifikasi ke situ dan wajar kalau kemudian teman-teman memberikan apresiasi itu karena kinerja Pak Menteri,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Michael Wattimena dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Amran dan jajarannya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/5). 

Bagi Michael, Amran termasuk menteri yang bersinar  di kabinet Jokowi-JK. Amran  bersinar karena prestasinya  mengangkat kinerja pertanian  baik dari sisi kinerja maupun laporan keuangan. Dia lalu menjabarkan beberapa capaian yang menurutnya  luar biasa. Di antaranya, predikat  laporan keuangan Wajar Tanpa  Pengecualian (WTP) dari Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 3 tahun berturut-turut dari 2016 hingga 2018. Berbagai komoditas pangan seperti padi dan jagung kini sudah swasembada bahkan kini jagung sudah  ekspor padahal dulunya terpaksa  harus didatangkan lewat impor. Produk unggas, domba, dan kambing juga sudah ekspor ke berbagai belahan negara. Atas kinerjanya tersebut, dia memberikan Ponten A.

Berita Terkait : Salak Pondoh Sleman Diekspor Sampai Kanada

“Kita juga bisa melihat  Triwulan pertama tahun 2019  saja ini (serapan anggaran) sudah luar biasa capaiannya. Tadi dijelaskan sudah mencapai 21,43  persen, itu langka sekali. Sebab biasanya awal triwulan itu tidak  optimal. Ngebutnya biasanya  di Triwulan III dan IV tapi di pertama saja sudah 21,43 persen. Ini luar biasa,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Menteri Amran dan jajarannya juga sangat tanggap dalam penanggulangan bencana. Setiap kali ada bencana, Amran langsung turun tangan. Menariknya, sambung Michael, prestasi yang ditorehkan Kementan ini diraih  saat anggaran belanja untuk sektor pertanian setiap tahunnya selalu dipangkas. 

“Di 2015 itu berikut APBN Perubahan (Kementan) dapatnya  Rp 32 triliun lebih. 2016 Rp  27,6 triliun, 2017 Rp 24 triliun,  2018 Rp 21,68 triliun, dan 2019  Rp 20.53 triliun. Seharusnya  apa yang dicapai Mentan ini  harus mendapat apresiasi dari  Bendahara Negara yaitu Menteri  Keuangan,” katanya.

Berita Terkait : Lapor Jokowi, Ini Yang Dipamerkan KPU

Michael meyakini bahwa ca- paian tersebut tidak mungkin  diraih dengan cara instan dan  spontan. Menurutnya, Amran tipikal menteri petarung yang siap  pasang badan demi terwujudnya  kedaulatan pangan.

“Setahu saya, Pak Menteri ini hanya tidur sekitar 3 jam dalam sehari. Nah, kalau menteri tidur cuma 3 jam, berarti eselon satunya  tidur 2 jam. Artinya apa, kita bisa melihat bahwa jajaran Kementan betul-betul fokus dalam membangun pertanian,” katanya.

Dengan sederet prestasi Amran  ini, Michael tak ragu mendukung  agar menteri asal Sulawesi Selatan ini tetap dipertahankan untuk menduduki posisi strategis nomor satu di Kementan. “Dulu pada saat Pak SBY itu  (Presiden), menteri strategis itu  adalah PUPR dan Pak Djoko  (Djoko Kirmanto) dua kali.  Rasa-rasanya Menteri PUPR sekarang, Pak Basuki (Basuki  Hadimuljono) mungkin tetap  dan kalau itu diikuitkan juga Pak  Amran mungkin Mentan akan  dua kali juga karena prestasi luar  biasa,” tambah dia. [KAL]