Jangan Lagi Harus Melalui Jakarta atau Bali

Hidupkan Raja Ampat, DPR Minta Akses Penerbangan Langsung ke Papua Dibuka

Klik untuk perbesar
Robert J Kardinal (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat, Robert J Kardinal, menyambut baik kebijakan pemerintah membuka kerjasama dagang, ekonomi, dan pariwisata dengan negara-negara Pasifik. Namun, kerja sama ini akan berlangsung baik dan berkelanjutan jika Pemerintah berani membuka akses kerjasama seluas-luasnya kepada negara-negara kawasan Pasifik untuk masuk ke Indonesia melalui Papua-Papua Barat secara langsung.

“Kenapa harus dibuka seluas-luasnya karena wilayah yang paling dekat dengan negara-negara kawasan Pasifik ya Papua-Papua Barat,” kata Robert, kemarin.

Sikap Robert ini menyikapi kegiatan promosi bisnis, investasi dan pariwisata yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam Pameran The First Pacific Exposition 2019 yang dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi di Auckland, Selandia Baru pekan kemarin. Melalui pameran ini, Indonesia membuka kerjasama dagang, investasi dan pariwisata dengan negara-negara kawasan Pasifik.

Berita Terkait : Garuda Batalkan 15 Penerbangan Rute Domestik

“Saat ini Indonesia sudah membuka hubungan dengan negara-negara Pasifik dan itu bagus sekali. Tapi kerjasama ini bisa maju jika kerjasama ekonomi, dagang, dan pariwisata bisa ditingkatkan terus dengan membuka akses seluas-luasnya agar negara-negara Pasifik itu bisa masuk ke Indonesia melalui Sorong atau Jayapura secara langsung,” sambung Robert.

Robert menuturkan, memperkuat kerjasama ekonomi Indonesia dengan negara-negara kawasan Asia Pasifik ini, bisa dilakukan melalui peningkatan kerjasama dengan mendorong arus lalu lintas orang, barang dan jasa serta konektivitas Indonesia Timur ke Pasifik. Nah kawasan Papua bisa menjadi pintu masuk kerjasama ini. 


“Kita lihat seperti negara kecil diatas Raja Ampat yaitu (Republik) Palau, Guam dan Saipan (Ibukota Kepulauan Mariana Utara) itu mereka sangat maju dengan pariwisatanya, dengan turisnya dan jaraknya itu cuma 1000 kilometer dari Sorong (Papua Barat). Apalagi dari Papua Nugini. Nah Indonesia bisa dorong penerbangan langsung dari sana menuju Sorong agar Raja Ampat (kawasan pariwisata Papua Barat) bisa hidup,” katanya.

Berita Terkait : Kabut Asap Makin Tebal, Garuda Batalkan 12 Penerbangan

Perlu diketahui, beberapa wilayah di kawasan yang juga dikenal sebagai Mikronesia ini, beberapa kepulauan diantaranya merupakan wilayah yang terpisah dari Amerika Serikat. Diantaranya Saipan, Guam, Samoa Amerika dan lainnya. Adapun negara-negara kawasan Pasifik selama ini sangat terkenal dengan pariwisatanya. Makanya tidak heran kemudian banyak warga Amerika Serikat, Australia, bahkan Jepang, Korea, China, selain dalam rangka kunjungan bisnis, juga untuk pariwisata.

“Kalau penerbangan dari Amerika Serikat menuju Guam, kemudian bisa langsung ke Sorong atau Raja Ampat. Tapi yang ada sekarang orang-orang Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru sekarang terbang dulu ke Bali atau Jakarta baru bisa ke Raja Ampat. Tapi itukan rentang kendali terlalu jauh. Orang bisa bosan. Tapi kalau dibuka langsung dari negara-negara Micronesia itu, turis dari Korea, Filipina, China, AS, Australia, Jepang semua bisa langsung ke sana. Karena sangat dekat. Dari Sorong, tidak perlu lagi ke Jakarta atau Bali, atau malah ke Singapura, tinggal langsung saja,” harapnya.

Makanya, dia berharap acara Pameran The First Pacific Exposition 2019 ini tidak hanya sekedar acara seremonial saja, tetapi ada tindaklanjutnya. Salah satunya dengan menjadikan kawasan Papua sebagai kawasan terdepan untuk membuka seluas-luasnya akses kerjasama tersebut.

Berita Terkait : Batik Air Hadirkan Penerbangan Langsung Denpasar-Labuan Bajo

“Jangan habis acara selesai, tindaklanjut tidak ada. Karena itu pemerintah harus berani membuka akses itu. Apalagi turis-turis dari Bali ini kan juga banyak yang mau ke Raja Ampat. Masa orang Papua Nugini, mau ke Raja Ampat harus ke Jakarta dulu atau Bali baru bisa ke Sorong. Kemudian dari Sorong balik lagi ke Jakarta atau Bali dulu baru bisa tiba di Papua Nugini. Inikan jauh-jauh sekali. Jadi harus dibuka akses itu dan harus dimulai juga membangun infrastruktur Pariwisata (di Papua) itu,” harapnya.

Dia pun berharap, akses penerbangan langsung atau penerbangan skala internasional untuk kawasan Papua ini bisa segera dilaksanakan. Anggota Komisi IV DPR ini yakin, hanya dengan terobosan tersebut, masyarakat Papua bisa hidup jauh lebih sejahtera. “Apalagi kan di acara tersebut Gubernur (Papua dan Papua Barat) sudah datang bersama para kepala daerah berarti mereka ingin Papua maju. Persoalan Papua sekarang ini adalah ekonomi dan kesejahteraan yang paling utama, bukan lagi politik. Makanya saya apresiasi juga kepada Dubes Selandia Baru yang sudah menginisiasi acara tersebut,” pungkas Robert.


Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi menuturkan pameran First Pacific Exposition ini merupakan wadah perpaduan yang baik antara masyarakat dan budaya Pasifik dan sekitarnya. Karena itu dia mengapresiasi Pemerintah Selandia Baru yang telah membantu penyelenggaraan pameran tersebut. “Melalui Pacific Exposition 2019 ini, kami menghubungkan titik-titik antara lebih dari 17 ribu pulau di Indonesia dan ribuan kepulauan Pasifik, Australia dan Selandia Baru. Salah satu langkah yang diambil untuk terhubung adalah dengan membuka hubungan diplomatik dengan Kepulauan Cook dan Niue,” kata Retno. [KAL]