Alsintan Ubah Budaya Petani Tak Lagi Bakar Hutan

Senator ke Jokowi: Kalau Bisa Mentan Tetap Amran

Klik untuk perbesar
Senator Asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, bersama Menteri Pertanian Malaysia, YB Dalahuddin Ayub, dalam acara pembagian daging kurban kambing kepada kaum asnaf( fakir miskin), di Johor Baru Malaysia, Minggu (11/8). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi terdetak kagum menyaksikan kemajuan teknologi pertanian Indonesia selama 5 tahun belakangan ini. Jokowi melihat telah terjadi transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Petani Indonesia hingga di daerah pinggiran telah menggunakan mekanisasi pertanian modern yang merupakan program nyata Kementerian Pertanian (Kementan).

“Saya kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian,” ungkap Presiden Jokowi saat Presiden berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8) lalu. 

Menurut Jokowi, lima tahun ini Kementan sudah banyak menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor, excavator dan bulldozer untuk kepada daerah-daerah yang memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar seperti di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut). Bagi Jokowi, pembangunan pertanian Indonesia memang harus berani mengalihkan pola pola pertanian tradisional menuju ke pola pola pertanian yang modern memakai teknologi.  “Ini tugas Bupati, tugas Wali Kota, tugas Gubernur, tugas Menteri-Menteri dan tugas kita semuanya,” kata eks Gubernur DKI Jakarta ini.

Untuk itu, dia meminta kepada setiap kepala daerah yang memiliki lahan yang bisa dikerjakan secara bukan manual lagi agar meminta bantuan ke Kementan untuk modernisasi alat pertanian di wilayahnya. Apalagi di Kementan setiap tahunnya memiliki banyak program bantuan untuk alat-alat pertanian modern.

“Jadi kita ubah petani yang sudah berpuluh-puluh tahun dengan untuk land clearing dengan cara membakar diganti dengan pembersihan land clearing dengan traktor, dengan excavator tanpa harus membuat api,” tutur Presiden seraya menambahkan, di  APBD provinsi, APBD di Kabupaten/Kota ada semuanya.

Berita Terkait : Warek IPB Bangga Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Makin Membaik

“Berilah petani-petani kita dengan dengan mindset yang baru, pola pikir yang baru dalam bekerja, jangan biarkan mereka sudah berpuluh-puluh tahun kita masih melihat petani yang enggak mungkin mau land clearing 2 hektar dicangkul, enggak mungkin,” ujar Presiden Jokowi. 

Sebagaimana diketahui, Kementan di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman telah membagikan secara gratis sekitar 499.000 unit alat mesin pertanian (alsintan) atau naik dua ribu persen kepada petani. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono, menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merupakan salah satu tokoh di era Pemerintahan Jokowi-JK yang memiliki sederet prestasi. Amran telah memberikan sentuhan inovasi di sektor pertanian yang dirasakan banyak orang, sehingga pembangunan pertanian saat ini sangat berbeda di era kabinet sebelumnya.

"Pola pertanian tradisional menjadi mekanisasi, pembangunan lahan di mana-mana sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang membangun infrastruktur," ujarnya.

Menurut dia, modernisasi ini terbukti efektif mampu meningkatkan efisiensi dan produksi pertanian. Hasilnya, Amran bisa membalikkan keadaan sejumlah komoditas pangan yang dahulunya impor, kini ekspor ke berbagai negara. “Hasil dari keberhasilan modernisasi Pak Amran ini yang paling terasa tentang produksi jagung. Amran Sulaiman mampu dongkrak produksi jagung daerah. Hasilnya kita kan mampu ekspor tahun lalu 300 ribu ton lebih," tambah Roem.

Berita Terkait : Ubi Jalar Karanganyar Terbang Sampai Korea

Bukan hanya itu, Amran berhasil membuat sektor pertanian kini menjadi lebih menarik. Pertanian yang dahulunya dianggap kumuh, kini makin modern dan banyak menarik minat kalangan generasi muda millennial untuk terjun ke sektor pertanian. “Kalau ada gaduh-gaduh sedikit ya paling yang terganggu saja dengan kinerja Mentan,” tambah dia. 

Perlu diketahui, capaian sektor pertanian juga terbukti nyata melalui data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Pendapatan Domestik Bruto (PBD) dari sektor pertanian akumulasi dari 2014-2019 sebesar Rp 1.370 triliun, inflasi pangan 2014-2017 turun dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen, peningkatan ekspor 2013-2018 mencapai 9 hingga 10 juta ton dan investasi di sektor pertanian 2013-2018 mencapai Rp 250 triliun. Investasi di 2013 hanya Rp 29,3 triliun, namun tahun 2018 mencapai Rp 61,6 triliun. 

 Tidak hanya itu, lanjut dia, kinerja Kementan pun berhasil memerangi korupsi dan terlepas dari praktek-praktek KKN. Laporan keuangan Kementan tiga tahun berturut-turut mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2016 hingga 2018 dan dua tahun bertutut-turut 2017-2018 memperoleh penghargaan dari KPK-RI dalam pengendalian anti gratifikasi.

“Dua penghargaan ini tentunya menunjukkan konsistensi Mentan di sektor pertanian,” tambah dia. 

Hal senada dilontarkan Wakil Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba. Menurutnya, Amran berhasil meletakkan pondasi yang membuat pertanian kini tak lagi dianggap kumuh. Kemajuan teknologi di sektor pertanian membuat sektor ini makin banyak dilirik masyarakat.

Berita Terkait : Kementan Dorong Penambahan 1 Juta Petani Milenial

“Pak Amran inikan sudah meletakkan pondasinya. Cuma memang harus diakui masih ada beberapa yang perlu diperbaiki yaitu pengawasan dan pemeliharaan. Cuma ini kan harusnya tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda). Masa hal seperti ini harus lagi pemerintah pusat yang turun tangan,” katanya.

Karena itu, dia meminta Program Mekanisasi Pertanian ini tetap terus dilanjutkan pada pemerintahan yang akan datang. Sebab manfaatnya ternyata luar biasa bagi petani. Petani yang dulunya kikuk dengan teknologi, kini makin terpacu meningkatkan produktifitas pertanian di lahan miliknya karena adanya bantuan alsintan ini.

“Makanya saya meminta kepada Pak Jokowi kalau bisa Menteri Pertanian-nya tetap Pak Amran-lah. Karena beliaulah yang sangat paham visi dan kebutuhan petani saat ini. Dia yang telah meletakkan pondasi pertanian yang ada saat ini. Kemajuan yang ada di sektor pertanian saat ini tidak lepas dari program dan terobosan Kementan di era pemerintahan saat ini,” harapnya.

Tidak hanya itu, Amran juga telah membawa semangat Revolusi Industri 4.0 ke sektor pertanian. “Alsintan di masa mendatang ditingkatkan kualitasnya. Penggunaan alsintanh akan semakin maju. Ke depan petani akan menggunakan drone atau semacamnya,” tambah dia. [KAL]