Pemerintah Diminta Segera Buat & Rilis Roadmap PLTN

Klik untuk perbesar
Anggota Komisi VII DPR Kurtubi. (Foto: Dok. Fraksi Nasdem)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Target energy mix untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 dan 30% pada tahun 2050 dipastikan sulit tercapai, tanpa masuknya listrik dari tenaga nuklir.

Untuk itu, Anggota Komisi VII DPR dan Ketua Kaukus Nuklir Parlemen Kurtubi meminta pemerintah segera membuat roadmap pembangunan PLTN, sesuai amanah UU Energi dan PP No.79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Menurutnya, teknologi PLTN Gen 3+ dan Gen 4 sudah jauh lebih maju, termasuk sistem safety-nya, dibanding teknologi dan sistem safety dari PLTN Chernobyl yang mengalami musibah pada 1980, maupun PLTN Fukushima yang juga mengalami musibah pada 2011. Bahkan dari sisi biaya, PLTN dengan kapasitas 300 MW itu sudah sangat kompetitif.

Info ini didapat saat Kurtubi melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang bersama rombongan yang terdari para ahli, rektor (ITB, IPB, UI, UGM, ITS, UNDIP, UNUD), tokoh masyarakat dari Pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), serta wartawan. Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang (METI) menjelaskan, biaya produksi listrik dari Small Modular Reactor (SMR ) - PLTN berkapasitas 300 MW sudah sangat kompetitif. Yaitu sekitar 0.30 dolar AS/kwh.

"Biaya PLTN ini tentu sudah jauh lebih murah dari PLTU Batubara, yang biaya produksinya sekitar 0,7 dolar AS/kwh. Meski angka tersebut belum menginternalkan externality cost karena adanya produk ikutan PLTU berupa CO2, debu dan polutan lainnya," papar Kurtubi.

Ia menambahkan, listrik yang handal dan bersih sangat diperlukan untuk menopang proses industrialisasi di Tanah Air. "Seluruh Fraksi di Komisi VII DPR sudah sepakat agar PLTN masuk menjadi bagian dari Sistem Kelistrikan Nasional. Karena itu, pemerintah tidak perlu ragu untuk segera membuat dan merilis roadmap Pembangunan PLTN di Indonesia," tegas Kurtubi. [HES]

RM Video