RMco.id  Rakyat Merdeka - Bagi sebagian kalangan, anggota DPR terpilih Dyah Roro Esti Widya Putri mungkin masih terbilang asing.

Namun siapa sangka jika Dyah merupakan putri dari Politisi Golkar senior Satya Widya Yudha. Sayang nasib ayah dan anak ini bertolak belakang.

Di pemilu legislatif lalu, Dyah berhasil meraih satu dari enam kursi yang diperebutkan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X.

Namun Satya yang bertarung di Dapil IX terpaksa harus kandas. Lantas apa yang membuat Dyah ingin meneruskan trah garis politik sang ayah, menurutnya semata-mata demi pengabdian kepada bangsa dan negara.

Berita Terkait : Menelusuri Makna Siyasah (1)

“Background saya pendidikan S1 di University of Manchester mengambil jurusan Ekonomi dan Sosiologi. Kemudian, S2 di Imperial College London dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) beasiswa dari negara Kementerian Keuangan.

Kemudian, berawal dari sinilah saya terpanggil untuk mengabdi,” ungkap politisi cantik ini.

Dyah mengakui tertarik terjun ke dunia politik karena pengaruh dari Sang Ayah. Satya Widya Yudha selama ini memang lebih banyak berkiprah di Komisi bidang energi, penelitian, dan lingkungan hidup.

Terakhir Satya duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I bidang Pertahanan dan Keamanan negara.

Baca Juga : Kemenperin: BMBIfest Bantu Promosikan Produk Mesin Buatan IKM

Dyah sendiri ingin lebih banyak memperjuangkan isu isu lingkungan agar man faatnya bisa lebih dirasakan masyarakat.

“Tentunya, saya akan menyuarakan bagaimana negara Kesatuan Republik indonesia ini bisa sejahtera tapi tidak lupa dengan lingkungan,” ujar Dyah.

Karena itu dia berharap dapat ditugaskan di Komisi VII DPR agar nantinya dapat secara maksimal mewujudkan visi misinya tersebut.

Terlebih dirinya selama ini banyak bergelut di Yayasan Indonesian Energy and Environmental Institute, yayasan yang didirikannya yang bergerak di bidang lingkungan.

Baca Juga : Beda Dengan Rupiah, IHSG Dibuka Merah

“Ketika nanti saya masuk Komisi VII, saya berharap untuk bisa menyongsong isu isu terkait sustainability tentunya bagaimana NKRI ini bisa sejahtera tapi tidak lupa dengan lingkungan. Jadi paduan antara people planet dan profit,” katanya.[KAL]