Dipimpin Bekas Danjen Kopassus

BNPB Punya 15 T Untuk Penanggulangan Bencana

Klik untuk perbesar
Letnan Jenderal Doni Monardo menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Rabu (9/1) di Istana Negara, Jakarta. Doni Monardo menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei yang telah menjabat sebagai kepala selama lebih dari tiga tahun. (Foto : IG @bnpb_indonesia).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengangkatan Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disabut positif kalangan DPR dan pengamat. Letjen Doni dipercaya mampu meningkatkan kinerja BNPB dalam penanganan bencana yang sering terjadi di negeri ini.

“Letjen Doni bagus. Dia pernah menjadi Komandan Paspampres, Komandan Kopassus. Juga pernah jadi Pangdam dan Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional. Saya pikir Presiden Jokowi tidak salah pilih mengangkat dia sebagai Kepala BNPB,” puji Anggota Komisi V DPR Anton Sihombing, di Jakarta, kemarin.

Politisi Partai Golkar ini berharap, Letjen Doni langsung menunjukkan kualitasnya. Sebab, banyak pekerjaan besar sudah menunggu polesan Doni di BNPB. Salah satunya adalah dampak bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung, akhir tahun kemarin.

Di APBN 2019, Pemerintah sudah menaikkan anggaran untuk penanggulangan bencana menjadi Rp 15 triliun. Dengan anggaran ini, Anton yakin, kerja Doni juga akan lebih mudah. Bantuan untuk para korban bencana juga akan lebih baik.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadziliy mengamini. Politisi muda Partai Golkar ini yakin, pengangkatan Doni mampu meningkatkan koordinasi antara BNPB dengan institusi lain dalam mengatasi bencana. “Letjen Doni Mardono, yang berlatar belakang militer, saya kira mampu melaksanakan tugas memimpin di institusi kebencanaan. Dia merupakan figur yang memiliki kemampuan untuk mengoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama Kementerian Sosial, TNI, Polri, Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Daerah, dan lembaga-lembaga kemanusiaan dalam penanganan bencana,” ujar Ace.

Dia yakin, Letjen Doni mampu mengemban tugas baru itu dengan baik. Dengan segala rekam jejak yang dimiliki Doni sebelum ini, dia percaya BNPB akan lebih kuat. “Bagi saya, sosok Kepala BNPB harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat dan siap siaga menghadapi situasi bencana yang bisa terjadi kapan saja,” kata Ace.

Pengamat militer Susaningtyas Kertopati berpandangan sama. Kata dia, Doni merupakan sosok yang sangat tepat untuk posisi Kepala BNPB. Doni merupakan jenderal TNI bintang tiga yang sangat berprestasi.

“Mantan Danjen Kopassus ini sarat prestasi, terutama ketika bertugas di Maluku. Sebagai Pangdam Pattimura, ia sangat piawai merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga terwujud kondisi keamanan yang stabil. Program Emas Hijau dan Emas Biru menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan hasil bumi di hutan dan di laut. Disusul Program Emas Putih, maka Letjen TNI Doni Munardo banyak mendapat pujian dari banyak pengamat militer di dalam negeri dan di luar negeri,” ucap doktor bidang intelijen yang akrab disapa Nuning ini.

Prestasi berikutnya, sambung Nuning, saat Doni bertugas sebagai Pangdam Siliwangi. Di sana, dia mengundang berbagai kalangan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Citarum Harum. “Dia terjun langsung memimpin para prajurit. Dia sanggup bekerja hampir 24 jam sehari selama berminggu-minggu. Keuletan kerja inilah yang menarik bagi Presiden Joko Widodo sehingga layak dipromosikan sebagai Kepala BNPB. Serangkaian bencana alam sepanjang 2018 dan beberapa tahun terakhir yang mendera Indonesia menuntut sosok Kepala BNPB yang mampu bekerja tak kenal lelah,” tuturnya.

Saat ini, kata Nuning, manajemen bencana harus dibenahi. Agar semua stakeholder dapat terintegrasi. “Sebagai Kepala BNPB, ia diharapkan mampu mengoordinir BMKG, Basarnas, TNTNI, Polri, dan Pemda ketika situasi darurat menghadapi bencana,” tandasnya. [KAL]

RM Video