Pasokan & Harga Pangan Terjaga

PDIP: Menteri Amran Berhasil Terjemahkan Keinginan Jokowi

Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto IG @ruzhanul).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Ono Surono memuji kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Di mata politisi muda PDIP ini, Amran sukses menjaga pasokan pangan dengan baik. Dengan keberhasilan ini, harga pangan menjadi stabil.

Selama momentum Natal dan Tahun Baru kemarin, Ono turun ke lapangan. Dia datang untuk mengecek pasokan dan harga pangan. Dari pasar-pasar yang dikunjunginya, pasokan pangan cukup. Harganya juga terkendali. Dia pun mempersilakan pihak yang kurang percaya untuk turun sendiri ke lapangan. “Coba pantau langsung ke lapangan, ke pasar. Itu rata-rata harga pangan masih relatif stabil. Tidak terdengar ada gejolak harga pangan yang drastis. Tidak ada lonjakan harga pangan hingga membuat masyarakat teriak,” kata Ono, kemarin. 

Hal ini, kata Ono, menunjukkan bahwa Amran mampu menerjemahkan keinginan Presiden Jokowi dengan baik. Selama ini, Presiden Jokowi memang menekankan pentingnya meningkatkan pasokan. Agar harga terkendali dan daya beli masyarakat terjaga. 

Atas kerja Amran itu, tambah Ono, inflasi bisa dikendalikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dari sektor pangan memang rendah. Rendahnya angka ini membuat inflasi secara keseluruhan juga rendah. “Data BPS jelas. Lihat saja inflasi pangan per Desember 2018 yang 0,68 persen. Ini berbeda jauh dengan di 2013, saat inflasi pangan mencapai 11,35 persen, atau dengan 2014 saat sebesar 10,57 persen. Terlihat jelas ada tren penurunan inflasi,” kata Ono. 

Program Bekerja
Di tempat terpisah, Amran bersyukur manfaat dari program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang diluncurkan 2018 mulai dirasakan masyarakat. Program Bekerja merupakan bagi-bagi 50 ekor ayam kampung, satu ekor kambing, dan beberapa bibit tanaman ke keluarga tidak mampu di kampung-kampung. 

Kemarin, Amran melakukan kunjungan kerja ke Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Desa ini merupakan salah satu wilayah penerima bantuan program Bekerja. Tasikmalaya menerima bantuan ayam kampung petelur unggul sebanyak 590.100 ekor yang didistribusikan ke lima kecamatan: Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras, dan Sodonghilir. Rumah tangga miskin (RTM) penerimanya mencapai 11.802. 

Amran datang ke Desa Kiarajangkung ditemani Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzmanul Ulum dan Sesditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah. Amran bangga ketika menyaksikan para RTM di desa itu panen telur dan sekaligus panen bibit anak ayam umur 1 hari (DOC). Hasil panen itu kemudian dikoordinir BUMDes Amanah Desa Kiarajangkung. 

“Ini hebat. Hebat dan luar biasa hasilnya. Masyarakat sudah bisa produksi DOC sendiri. Saya bangga. Alhamdulillah, program kami tidak sia-sia. Ini adalah bantuan dari Pak Presiden pada beberapa bulan lalu dan kini terbukti menuai hasilnya,” kata Amran. 

Amran menerangkan, keterbatasan bibit ayam menjadi salah satu masalah dalam usaha pengembangan ayam kampung. Untuk itu, ia berharap, RTM yang sudah mulai memproduksi telur dapat diarahkan untuk menjadi suplier usaha penetasan telur ayam kampung yang dikoordinir BUMDes setempat. “Saya berharap, dengan program Bekerja ini, cita-cita desa mandiri bibit ayam kampung unggul dapat terwujud.” 

Pada kesempatan itu, Amran juga menyerahkan bantuan 96 mesin tetas ke 48 BUMDes di Tasikmalaya. Ia berharap, program ini keberlanjutan, sehingga RTM mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian. Dia juga memberikan bantuan 2 ekor domba ke kelompok ternak untuk dibudidayakan. “Saya berharap, ada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan yang berbasis pertanian,” ucapnya. 

Siti Nurjannah, salah satu RTM penerima program Bekerja, amat berterima kasih dengan bantuan tersebut. Di hadapan Amran, Siti mengaku bahwa bantuan yang diberikan sudah menuai hasil. “Alhamdulillah, kami bisa makan telur untuk pemenuhan gizi keluarga. Kami juga terbantu untuk menyekolahkan anak, bisa beli kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain, “ ucapnya. [KAL]

RM Video