Murid Berani Membully Guru Tak Boleh Terulang Lagi

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati (Foto:Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati prihatin dan sedih atas peristiwa perisakan alias bully yang dilakukan seorang siswa terhadap seorang guru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dia pun berharap, ada tindakan konkret agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali.

Akhir pekan kemarin, video seorang siswa menantang gurunya, dari SMP PGRI Wringinanom, viral di media sosial. Siswa tersebut memegang kepala sang guru, mendorong, kemudian mencengkram kerah bajunya. Sang guru tersebut tak meladeni. Setelah itu, siswa tersebut meneruskan aksinya dengan merokok di dalam kelas. Masalah ini kemudian ditangani Polsek Wringinanom. Siswa tersebut pun akhirnya meminta maaf. Meski begitu, Reni berpandangan tetap perlu ada tindakan konkret.

“Perisakan siswa kepada guru terulang kembali. Saya prihatin dan sedih atas peristiwa yang terjadi di Gresik tersebut. Harus ada tindakan konkret untuk menghentikan praktik tersebut,” ucap politisi senior PPP ini.

Berita Terkait : Asing Tak Boleh Intervensi Kedaulatan Hukum Indonesia


Reni pun meminta Pemerintah Daerah setempat melakukan penelusuran penyebab perilaku siswa tersebut. “Dinas Pendidikan harus memberi perhatian serius atas peristiwa tersebut. Harus dicari akar penyebabnya, mengapa siswa memiliki adab yang tak terpuji,” pintanya.          

Menurutnya, sekolah bertanggung jawab penuh dalam pembentukan karakter anak didik. Jika sekolah memiliki komitmen kuat dalam pembentukan karakter anak didik, Reni yakin, peristiwa tersebut tidak bakal terjadi.

“Jika sekolah abai dalam pembentukan karakter, Dinas Pendidikan harus memberi atensi serius terhadap sekolah itu,” kata Reni.

Berita Terkait : Komisi VI DPR Setuju Tambah Anggaran Kemenperin

Reni juga meminta Pemerintah Daerah bersama penyelenggara pendidikan, baik swasta maupun negeri, lebih serius memerhatikan pembentukan karakter anak didik.


“Penguatan karakter dan akhlak anak didik harus dinomorsatukan. Sebab, pendidikan tidak hanya fokus pada kecerdasan anak didik,” pungkas anggota DPR asal Sukabumi ini.

Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra menyatakan hal serupa. Kata politisi Partai Gerindra ini, pendidikan akhlak mulia bagi seorang anak. Makanya, pendidikan tersebut harus diutamakan.

Berita Terkait : Nilai Tukar Yang Diterima Naik, Petani Semakin Sejahtera

Dia mengakui, tidak ada mata pelajaran khusus untuk pendidikan akhlak mulia. Namun, bukan berarti pendidikan ini boleh diabaikan. Pendidikan ini justru perlu digiatkan melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah, maupun kegiatan baru yang diciptakan bersama siswa dan guru. [ONI]

RM Video