DPR Dukung Penguatan Hubungan RI-Yordania

Klik untuk perbesar
Rapat Dengar Pendapat DPR RI dengan Duta Besar RI untuk Yordania dan staf, di KBRI Amman. (Foto KBRI Amman)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai bagian dari program kerja, Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke Yordania pada 7-8 Februari 2019. Delegasi dipimpin Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almashari, bertemu dengan Ketua dan Anggota Komisi Luar Negeri Parlemen Yordania (Majlis Nuwab). Selain itu, dilakukan pula Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Duta Besar RI dan jajaran di KBRI Amman, Yordania.

Duta Besar RI Andy Rachmianto memaparkan perkembangan dan capaian dalam hubungan bilateral RI-Yordania dan Palestina di berbagai bidang, termasuk peluang dan tantangan dalam meningkatkan hubungan kerja sama di masa mendatang. Dalam (RDP), juga telah dibahas sejumlah isu terkini, antara lain dinamika situasi keamanan Timur-Tengah, dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina; penguatan diplomasi ekonomi dan pariwisata; serta isu perlindungan dan pelayanan terhadap WNI di Yordania.


“Mempertimbangkan lokasi strategis dan kondisi keamanan yang stabil, kiranya Yordania dapat menjadi pintu masuk (hub) bagi barang-barang Indonesia di kawasan Timur Tengah”, ujar anggota Komisi I, Evita Nursanty.

Berita Terkait : Tiga SEMA Rugikan Buruh

Pada 2018, nilai volume perdagangan RI-Yordania tercatat lebih dari 282 juta, dolar AS atau meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. “Dengan kecenderungan positif tersebut, perlu diambil langkah-langkah untuk mengembalikan nilai perdagangan kedua negara yang sempat mencapai 500 juta dolar AS sebelum terjadinya konflik di Suriah 2012, antara lain melalui pemberlakuan Preferential Tariff Agreement (PTA),” tutur Dubes Andy.

Pertemuan Komisi I DPR dengan Komisi Luar Negeri Parlemen Yordania dimanfaatkan pula untuk membahas sejumlah topik yang menjadi perhatian bersama, antara lain konflik Israel-Palestina, perlindungan migran, serta pembebasan visa bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Yordania. Delegasi wakil rakyat juga berkesempatan mengunjungi “Griya Singgah”, penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka bertatap muka dengan sekitar 25 pekerja migran yang tengah menunggu proses penyelesaian kasus dan pemulangan ke Indonesia. Pada acara bincang santai tersebut, Komisi I DPR menyampaikan harapannya agar seluruh penghuni tempat penampungan dapat segera pulang ke Indonesia pasca diberlakukanya Undang-undang pengampunan (amnesty) dari Yordania.


Dubes Andy mengatakan, dengan disahkannya undang-undang ini, sekitar 80 persen penghuni shelter diharapkan memperoleh pemutihan dan dapat segera dipulangkan ke tanah air. Ketua Komisi I mengapresiasi peran KBRI Amman sebagai perwakilan “citizen service” dalam melindungi dan membantu pemulangan pelerja migran bermasalah di Yordania.

Berita Terkait : Selebritas Indonesia Bantu Pengungsi Palestina Di Yordania

Kunjungan kerja di Amman juga dimanfaatkan untuk secara khusus bertemu dan berdialog dengan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina, Maha Shouseh, yang langsung datang dari kantornya di Ramallah. Dalam pertemuan, para wakil rakyat yang membidangi masalah luar negeri dan pertahanan itu, memperoleh informasi terkait situasi terkini di wilayah Palestina, khususnya pasca keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besar dari Tel-Aviv ke Yerusalem.

Secara khusus, Komisi I mendorong Pemerintah melalui KBRI Amman untuk secara konsisten terus menyuarakan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka. Andy menegaskan, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak akan pernah surut, dan bahkan akan semakin menguat, khususnya di forum PBB, sejak Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020”.


Kunjungan kerja Komisi I DPR ke Yordania merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan parlemen terhadap Perwakilan Indonesia di Luar Negeri serta sebagai bentuk penguatan diplomasi parlemen terhadap pelaksanaan politik luar negeri RI. [MEL]

RM Video