Hiruk Pikuk Pemilu Tak Boleh Rusak Persaudaraan

Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat melantik Kader dan Saksi TPS tim pemenangannya, di Banjarnegara, Jawa Tengah, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengajak semua kalangan untuk tetap menjaga persaudaraan dalam panasnya kontestasi politik Pemilu 2019. Jangan sampai terlalu tenggelam dalam hiruk pikuk Pemilu, melupakan nilai-nilai toleransi dan kedamaian seperti yang diajarkan agama.

“Jangan sampai hanya karena Pemilu, kita melupakan ajaran agama. Apalagi memplintir agama untuk menghujat dan memfitnah. Kita semua adalah anak-anak bangsa yang lahir dari rahim Indonesia. Jangan rusak persaudaraan ini hanya karena Pemilu,” ucap politisi yang akrab disapa Bamsoet ini usai melantik Kader dan Saksi TPS tim pemenangannya, di Banjarnegara, Jawa Tengah, seperti dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Politisi Partai Golkar ini memandang, bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan terbesar dalam mengembangkan demokrasi. Jangan sampai bangsa ini terperosok ke jalan yang salah. Upaya membenturkan agama dengan negara jelas tidak dapat dibenarkan. Apalagi sampai menganggap sistem demokrasi, yang sudah sepakat dianut bangsa Indonesia, tidak sesuai dengan ajaran agama.

Berita Terkait : Ini Solusi Penyelesaian Masalah Papua Menurut Bamsoet

Dia memastikan, demokrasi sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Antara lain mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan, pentingnya kontrol terhadap penguasa, serta memelihara kemaslahatan umat.


“Demokrasi adalah pilihan yang sepakat kita jalankan. Maka, wajib kita jaga dan kembangkan," tutur Bamsoet.

Anggota Dewan dari Dapil VII Jawa Tengah ini mengingatkan, Indonesia dibangun atas darah perjuangan berbagai kalangan. Termasuk para ulama. Antara lain, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Mohammad Natsir, sampai KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari.

Berita Terkait : Bamsoet Harap RUU Perkoperasian Bisa Tuntas Pekan Depan

“Bahkan KH Hasyim Asy'ari sebagai pemimpin ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama, menegaskan bahwa cinta tanah air sebagian dari iman. Antara agama dengan negara saling melengkapi. Melalui agama, nasionalisme warga negara tidak menjadi kering. Karena negara merupakan tempat agama tumbuh subur menyebarkan perdamaian dan kasih sayang," terang Bamsoet.

Bamsoet memaparkan, dalam 20 tahun terakhir, Indonesia bersama 50 negara lainnya terus berjuang mengkonsolidasikan pemerintahan yang demokratis. Selain menghadapi tantangan internal dari elite politik dan sosial masyarakat, demokrasi juga menghadapi tekanan eksternal. Seperti resesi global, perubahan geopolitik, maupun ketimpangan pendapatan perekonomian negara dunia.

“Sejauh mana demokrasi mampu menghasilkan dunia yang lebih baik, dunia yang tak berjarak, serta dunia tanpa kemiskinan dan penindasan, ini masih menjadi perdebatan banyak pihak. Namun, kita percaya, sistem demokrasi yang dianut bangsa Indonesia bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," pungkasnya.

Berita Terkait : Bamsoet Luncurkan Buku Akal Sehat


Seharian kemarin, dari pagi sampai sore, Bamsoet berkeliling di enam kecamatan di Banjarnegara. Yaitu ke Punggelan, Wanadadi, Rakit, Susukan, Mandiraja, dan Purwareja Klampok. Dia melantik lebih dari 4.000 Kader dan Saksi TPS. [ONI]

RM Video