Ajakan Wakil Ketua DPD

Milenial Itu Ciptakan Lapangan Kerja, Bukan Cari Kerja

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPD Darmayanti Lubis (tengah) dalam dialog publik “Membangun Generasi Millenial Indonesia Melalui Pendidikan Moral dan Etika”, di Universitas Al Washliyah, Medan, Sumatera Utara, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPD Prof Darmayanti Lubis mendorong para mahasiswa dan pelajar menjadi motor perubahan pembangunan bangsa. Dia ingin kaum milenial menjadi generasi yang siap dan tangguh dalam menghadapi era globalisasi. Para milenial harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) bukan sebagai pencari kerja (job seeker).

“Saat ini, mahasiswa tak bisa diarahkan menjadi pencari kerja, namun harus mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan. Mahasiswa sebagai kaum milenial punya tantangan yang besar, harus berani menciptakan lapangan kerja,” ujar Darmayanti dalam dialog publik yang bertajuk “Membangun Generasi Millenial Indonesia Melalui Pendidikan Moral dan Etika”, di Universitas Al Washliyah, Medan, Sumatera Utara (Sumut), kemarin.

Darmayanti melihat, jumlah lapangan kerja yang ada saat sangat terbatas. Di saat yang sama, jumlah tenaga kerja terus tumbuh. Karenanya, dibutuhkan lapangan pekerjaan baru agar jumlah pengganguran tidak makin tinggi.

Berita Terkait : Mari Rekatkan Kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa


“Jumlah lapangan kerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lulusan kerja. Kaum milenial harus memiliki keberanian, kegigihan, dan semangat untuk mencitakan lapangan kerja baru untuk menghadapi keterbatasan ketersediaan lapangan kerja,” harap Senator asal Sumut ini.

Idealnya, sambung dia, dalam suatu negara persentase masyarakat yang bergerak di dunia wirausaha adalah 2 persen dari jumlah penduduk. Indonesia masih jauh dari target itu. “Meski begitu, tren minat generasi muda untuk menjadi wirausaha mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Darmayanti juga mengungkapkan besarnya potensi usaha di sektor industri kreatif. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, ekonomi kreatif memberi kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan nilai ekspor.

Berita Terkait : Sutopo Curhat 32 Kali Kirim Lamaran Kerja, Cuma 7 Yang Dibalas

“Pada 2013, ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,05 persen terhadap PDB Nasional dan menyerap 11,91 juta tenaga kerja atau 11 persen dari total tenaga kerja nasional. Selain itu, industri kreatif juga menciptakan 5,4 juta usaha kreatif yang sebagian besar adalah UKM,” jelas dia.


Lebih lanjut, Darmayanti menjelaskan bahwa masalah sumber daya Indonesia perlu menjadi perhatian. Karena itu, dirinya mendorong Pemerintah dan perguruan tinggi berkemas meregenerasi bibit unggul bangsa. “Perlu optimalisasi dalam mendudukan pendidikan karakter, maupun pendidikan kejuruan atau vokasi bagi generasi kita,” sarannya.

Darmayanti juga menyoroti peran para tokoh agama dan umat Islam dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, umat Islam harus bahu-membahu dalam menciptakan pendidikan yang bertakwa, bermoral, dan beretika. Sehingga generasi milenial yang dihasilkan tidak hanya memiliki wawasan global tetapi bersikap jujur dan bertoleransi terhadap kelompok lain.

Berita Terkait : Milenial Perlu Diajak Lihat Tantangan Riil Masa Depan

“Dalam rangka menjaga keutuhan dan kebesaran umat, kita harus bergandengan tangan. Terus memberikan spirit dan mendorong terbentuknya karakter bagi generasi bangsa. Dengan begitu, apa yang kita cita-citakan dapat menjadi yang terbaik bagi umat,” imbuhnya.

Dialog ini dihadiri seratusan mahasiswa univeritas Al Washliyah. Pembicara lain dalam dialog ini adalah Rektor Universitas Washliyah Medan Jamaludin Marpaung dan Wakil Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Rahmayati. [ONI]

RM Video