Agar Isinya Dicerna Rakyat 

Debat Cawapres Harus Berjalan Lebih Kondusif

Klik untuk perbesar
Anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo berharap, debat cawapres yang akan digelar malam nanti berlangsung lebih tenang. Dia pun mendorong KPU melakukan perbaikan. Terutama yang berkaitan dengan para pendukung dan tim sukses. Agar pelaksanaan debat ini tidak gaduh seperti sebelum-sebelumnya.

“Ini sangat bergantung pada policy (kebijakan) KPU. KPU harus menghadirkan tata tertib debat yang lebih baik tanpa ada masalah. Tapi, ini kembali lagi pada kewenangan KPU,” kata politisi senior Partai Golkar ini, kemarin.

Untuk pengaturan debat, Firman mengakui, memang tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke KPU. Tim pemenangan dari masing-masing kandidat yang ada juga mesti didengarkan pendapatnya. Namun, KPU tetap punya peran vital sebelum semua format debat disepakati.

Berita Terkait : RUU Pesantren Rampung Dalam 2 Bulan Ke Depan


Dia mewanti-wanti ke KPU, agar kegaduhan pada dua kali debat sebelumnya tidak terulang di debat malam nanti. Suasana debat malam nanti harus lebih kondusif. Dengan begitu, para cawapres bisa menyampaikan gagasannya dengan lebih baik. Masyarakat bisa mencernanya dengan baik. Tidak teralihkan dengan isu-isu lain.

Firman pun mengusulkan agar jumlah timses yang hadir di dalam forum debat dikurangi. “Kemarin kan ada kegaduhan. Dengan kegaduhan itu, harus bisa diantisipasi jangan sampai terjadi lagi. Dalam hal ini, KPU punya kewenangan menentukan batas-batas maksimal orang yang bisa hadir dalam debat itu,” ucapnya.

Untuk para timses atau pendukung yang menyaksikan debat secara langsung di lokasi, Firman mengimbau agar bisa mengendalikan diri. Sebab, masyarakat luas saat ini ingin fokus pada visi-misi masing-masing calon. Bukan menonton aksi para pendukung capres-cawapres yang emosional.

Berita Terkait : Strait Times: Maaruf Sosok Yang Visioner

“Ini kan pesta demorasi. Sah-sah saja hadirkan pendukung dalam acara debat. Tapi, semua pendukung harus bisa kendalikan diri. Harus tahu tata karma dan etika dalam debat. Tidak membuat gaduh. Sebab, masyarakat ingin mendengarkan paparan dan visi misi dari dua kandidait ini. Kalau suasana riuh, gaduh, malah bisa mengganggu,” jelas dia.


Kehadiran timses di lokasi debat memang tidak bisa dihindarkan. Kendati tidak dibolehkan masuk dalam ruangan, sebagian besar timses tetap akan datang ke lokasi untuk meramaikan suasana. Di negara mana pun sama.  

“Di negara mana pun, capres-cawapres itu punya tim. Tapi, harus dalam batas-batas yang wajar. Jangan membuat suasana gaduh. Jadi, perlu kesadaran semua pihak,” pungkas Firman.

Berita Terkait : Kiai Ma’ruf Luar Biasa

KPU sendiri berencana mengurangi jumlah penonton pada debat cawapres nanti malam. Jumlah penonton akan dikurangi dari 600 orang menjadi 450 orang. Angka ini adalah jumlah keseluruhan. Dari timses kedua kandidat sampai undangan untuk masyarakat independen.

“Kesimpulan sementara, kami akan kurangi separuh dari yang kemarin itu. Sekitar 75 orang tiap paslon,” kata Ketua KPU Arief Budiman, beberapa waktu lalu. [KAL]

RM Video