Debat Capres Putaran Empat

Ini Harapan Komisi I DPR

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sabtu malam nanti, dua capres, Jokowi dan Prabowo Subianto, akan menjalani debat kandidat keempat. Tema yang diusung dalam debat kali ini adalah ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha antusias menyambut debat kali ini.

Tamliha berharap, debat nanti menghadirkan konsep yang tajam mengenai peran Indonesia dalam pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional. Konsep tersebut menyangkut peran aktif Indonesia dalam stabilitas dunia internasional sikap tegas yang diamanatkan Undang-Undang.

Baca Juga : Bank DKI Sukses Lakukan Sinergi BUMD, OJK Minta BPD Lain Tiru

“Saya harap, debat nanti bisa memperlihatkan konsep yang menonjolkan eksistensi kita sebagai negara non-blok. Tidak berpihak kepada negara mana pun. Terutama dalam kaitan pertahanan dan keamanan,” kata politisi PPP ini, di Jakarta, kemarin.

Kata Tamliha, ada beberapa topik menarik untuk dibicarakan panjang dalam debat kali ini. Pertama, terkait peningkatan armada perang dalam negeri. “Indonesia harus bebas memilih membeli alutsista (alat utama sistem senjata), baik pesawat tempur atau yang lainya, dari negara mana pun tanpa harus syarat,” katanya.

Baca Juga : Shopee Liga 1 2020, Persija Kalahkan Borneo FC 3-2

Kedua, konsistensi Indonesia dalam membela hak-hak Palestina. Selama ini Indonesia selalu mendukung Palestina sebagai negara merdeka. Sayangnya, kata Tamliha, dukungan itu belum signifikan.

Ketiga, terkait peran Indonesia di dalam meningkatkan hubungan yang lebih intensif ke negara-negara lain secara dalam menghadapi perang dagang antara AS dan China.

Baca Juga : Malam Ini, 69 WNI Diamond Princess Tiba di Bandara Kertajati, Majalengka

Keempat, upaya diplomasi Indonesia dengan negara-negara Indo-Pasifik. Selama ini, hubungan Indonesia dengan negara-negara kawasan Indo Pasifik sering memanas. Terutama menyangkut Papua. Negara-negara di kawasan Indo-Pasifik sering merecokin urusan Papua dengan menuding Indonesia melakukan pelanggaran HAM.

“Ini untuk mempertahankan kepentingan kita sebagai negara berdaulat, khususnya menyangkut isu-isu Papua. Indonesia harus jadi negara berdaulat, bermartabat, dan sejajar dengan negara-negara dunia,” pungkasnya. [KAL]