Kursi Menteri Pertanian Jadi Incaran Banyak Pihak

Golkar Usul Amran Dipertahankan

Klik untuk perbesar
Anggota Fraksi Golkar DPR Firman Soebagyo. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemilu masih tiga hari lagi. Namun, kasak-kasuk untuk menempati kursi menteri sudah dilakukan banyak pihak. Termasuk kursi Menteri Pertanian. 

Kondisi ini dibeberkan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Firman Soebagyo. Kata anggota Komisi II DPR ini, kursi Menteri Pertanian diincar mulai dari politisi, pengusaha, sampai orang yang bergelar profesor bidang pertanian.

Namun begitu, dia menekankan, yang penting bagi seorang Menteri Pertanian harus punya komitmen mengembangkan dan memajukan petani lokal. Tak perlu muluk-muluk yang bergelar profesor.

 “Menteri Pertanian itu tak perlu bergelar profesor. Profesor sudah banyak jadi menteri tapi gagal. Karena profesor (jadi menteri) yang terjadi malah kebanyakan teori. Hanya berdasarkan buku teks. Padahal yang kita butuhkan figur yang paham situasi di lapangan,” kata Firman, di Jakarta, kemarin.

Dia memandang, selama 4,5 tahun ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah bekerja dengan baik. Amran mampu mendekatkan Pemerintah dengan petani. Sektor pertanian kini menjadi lebih menarik. Profesi petani juga lebih menjanjikan. 

Berita Terkait : Salak Pondoh Sleman Diekspor Sampai Kanada

Semua ini, kata Firman, karena Amran sangat memahami aspirasi dan kebutuhan para petani. Atas hal itu, dia mengusulkan, siapa pun presiden yang terpilih dalam Pemilu nanti, Amran sangat pantas untuk kembali menempati kursi Menteri Pertanian.

“Kalau bisa saya usulkan ke Presiden (terpilih 2019), agar Pak Amran diangkat lagi di situ. Kenapa? Alasannya, beliau adalah menteri yang paling memahami aspirasi dan kebutuhan para petani di Tanah Air ini. Dia sangat tahu tentang apa (kebijakan yang ditempuh) yang harus dilakukan sebagai Menteri Pertanian,” ucapnya. 

Karena itu, Firman mendorong jika Presiden Jokowi terpilih lagi, agar Menteri Pertanian yang sekarang tetap dipertahankan untuk lima tahun ke depan. Di mata Firman, Amran merupakan figur yang masih sangat pantas kembali menjabat Menteri Pertanian.

“Karena ini menyangkut hajat hidup 360 juta rakyat Indonesia,” katanya. Sebelum duduk di Komisi II, Firman merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR. Saat itu, ia berkomunikasi dengan Amran. Dari situ dia mengenal Amran sebagai sosok yang cerdas, berani, petarung, dan tidak kenal kompromi. Amran juga termasuk orang lapangan. 

Yang tidak kalah penting, lanjutnya, Amran punya kemampuan memecahkan masalah. Setiap masalah yang ditemukan di lapangan, langsung dituntaskan. Makanya, dia tidak heran kalau kemudian banyak pejabat di Kementan dan pihak-pihak yang berurusan dengan sektor pangan tidak senang dengan gaya kepemimpinan Amran.

Berita Terkait : Akbar Berharap Pemilihan Ketum Golkar Berjalan Aman dan Tertib

“Makanya, Dirjen-Dirjen (pejabat eselon I) di Kementan itu ikuti gaya Menteri Amran. Sekarang pejabat-pejabat di Kementan itu selalu di lapangan. Kalau Dirjen tidak turun ke lapangan, bagaimana dia tahu. Jadi saya kembali lagi, Menteri Pertanian kalau bisa dipertahankan. Kalau profesor jadi menteri, ya bisa-bisa menteri yang ikuti kerja dirjennya,” jelasnya.

Firman menambahkan, selama ini, Amran lebih banyak ditemukan di lapangan, bukan di kantor. “Dia itu kan hampir setiap minggu ada di lapangan terus. Ini efektif. Sebab, di mana pun beliau temukan masalah, itu langsung diselesaikan,” katanya.

Permintaan agar posisi Menteri Pertanian tetap dijabat Amran Sulaiman juga datang dari kalangan penyuluh. Nurlisma, penyuluh tani asal Aceh, di sela acara pertemuan para penyuluh dan petani andalan Amran yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, Rabu lalu, menyampaikan hal ini. Nurlisma bahkan sampai menangis haru, memeluk, dan sampai bermohon agar Amran tetap menjadi menteri untuk lima tahun ke depan. 

Menurutnya, baru di era Amran, Pemerintah, melalui Kementan, memuliakan para penyuluh dan petani. "Alhamdulillah kami selaku penyuluh dan sebagai perwakilan Indonesia, sangat berterima kasih kepada Pak Mentan. Kami harapkan Pak Amran itu bisa jadi menteri lagi," ucapnya.

Nurlisma menilai, Amran sebagai sosok menteri yang sangat gigih dalam memperjuangkan nasib petani. Seperti memperjuangan petani untuk mendapatkan pupuk bermutu dan benih bersertifikat. Eksistensi penyuluh pun sangat diprioritaskan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan agar kesejahteraan petani membaik.

Berita Terkait : RI dan Kolombia Perkuat Perjanjian Dagang

"Jadi, kami penyuluh saat ini tidak lagi seperti anak ayam kehilangan induk atau ada di persimpangan jalan. Tugas dan fungsi penyuluh dari tingkat kabupaten sampai provinsi difasilitasi untuk kegiatannya," ungkapnya.

Matias Mukah, penyuluh asal Papua juga mengucapkan terima kasih ke Amran. Sebab, selama 15 tahun menjadi penyuluh pertanian, akhirnya diberikan kesempatan untuk berkunjung ke luar negeri.

"Kami sangat banget berterima kasih mendapat kesempatan untuk melakukan studi banding ke Thailand setelah menjadi penyuluh selama 15 tahun. Ini terjadi hanya di pemerintahan Jokowi-JK. Kami ingin pak Amran tetap jadi Menteri," tandas Matias. [KAL]