Peringatan Wakil Ketua MPR

Money Politics Bikin UMKM Makin Tertinggal

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua MPR Mahyudin (Foto: Dok. MPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan para pemilih agar tidak terjebak pada godaan politik uang atau money politics di ajang Pemilu 2019. Sebab, money politics akan berujung pada kemunduran pembangunan dan merugikan masyarakat di kemudian hari.

Ajakan itu disampaikan Mahyudin pada acara Temu Tokoh Nasional, di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin. Acara ini dihadiri sekitar 900-an wanita pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Hindari money politics. Kalau itu terjadi, maka kapitalis masuk. UMKM tinggal cerita. Itulah bahayanya," kata Mahyudin.

Berita Terkait : Pacman Gigit Jari, The Money Duel di China

Seorang calon pemimpin yang terpilih dengan money politics, lanjutnya, tidak akan sempat memikirkan rakyat. Termasuk juga mengembangkan UMKM. Yang mereka pikirkan cuma cara mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan saat kampanye. Alhasil, UMKM akan semakin tertinggal. 


"Kalau terpilih jadi anggota DPR, dia enggak punya waktu memikirkan rakyat. Yang dia pikirkan, bagaimana mengembalikan uang sponsornya," sambung dia.

Mengenai UMKM, dia berharap bisa menjadi barisan terdepan pergerakan ekonomi nasional. Sebab, pengalaman sudah membuktikan, UMKM mampu jadi penyelamat ekonomi bangsa. Bahkan saat Indonesia dilanda krisis. 

Berita Terkait : DPD Berpeluang Rebut Kursi Ketua MPR

Yang menjadi persoalan saat ini, kata Mahyudin, adalah akses permodalan. Masih banyak pelaku UMKM kesulitan dalam mendapat modal dengan bunga ringan.

"Kalau untuk market, saya kira sekarang semakin bagus dengan revolusi industri 4.0. Orang sekarang tidak harus punya kios. Jualan para UMKM itu sudah bisa digandeng sama online-online itu (e-commerce), seperti Tokopedia maupun jualan lewat Instagram. Sehingga orang bisa berdagang pakai apa saja," imbuh dia.

Kembali ke masalah modal, Mahyudin menyayangkan, kampanye yang dilancarkan tim pemenangan Capres-cawapres kurang banyak menyinggung isu-isu pemberdayaan UMKM. Tim kampanye lebih banyak terjebak pada isu-isu yang kurang substansial. Seperti adu meme dan hoaks. Bukan adu gagasan.

Berita Terkait : Gelembung Suara Caleg, Ketua PPK Cilincing Jadi Tersangka


"Saya kira ini (persoalan UMKM) yang paling menarik kalau dijual untuk ide campaign calon presiden ya. Daripada tim sekarang sibuk bikin meme dan hoaks tidak jelas. Hal-hal kecil ditonjolkan, saya kira semakin membuat masyarakat bingung," pungkasnya. [SAR]