Golkar Dukung Kementan

Setop Saja Ekspor Sawit Ke Eropa

Klik untuk perbesar
Anggota Komisi IV DPR Robert J Kardinal. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah mengurangi ekspor sawit dan turunannya (crude palm oil/CPO) ke Eropa mendapat dukungan Anggota Komisi IV DPR Robert J Kardinal. Politisi Partai Golkar ini yakin, pengurangan itu justru menguntungkan Indonesia.


Rencana pengurangan ekspor sawit ke Eropa dikemukakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Rencana ini sebagai balasan atas diskriminasi Eropa terhadap sawit Indonesia. Sawit-sawit itu nantinya bakal dialihkan untuk pembuatan biodiesel B100.

Berita Terkait : Produksi Cabe dan Bawang Merah Pasca-Lebaran Tetap Aman

Menurut Robert, pengurangan ekspor sawit itu sangat tepat. Dengan pengurangan itu, Indonesia justru bisa mengurangi ketergantungan atas minyak bumi impor.


“Adanya black campaign dari Uni Eropa sebaliknya mendorong kita untuk mencapai ketahanan energi. CPO bisa kita olah untuk biofuel. Kan sama saja fungsinya. Malah kita bisa mengurangi impor migas. Saya kira Pemerintah sudah paling benar dengan berani melawan sikap semena-mena Eropa. Sudah cukup mereka melakukan black campaign terhadap produk CPO kita,” tegas Robert, kemarin.

Berita Terkait : Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih Jalan Terus

Robert yakin, Eropa bakal rugi sendiri dengan black campaign terhadap sawit yang selama ini mereka lakukan. Dengan pengurangan ekspor sawit dari Indonesia, Eropa akan kekurangan bahan baku untuk industri mereka.


“Ekspornya kita turunkan 20 persen saja, mereka akan kocar-kacir. Apalagi kalau sampai kita setop. Memang mereka mau dapat CPO dari mana? Bisa dibayangkan pukulan baliknya. Jadi, tidak perlu takut. Berhadapan dengan negara-negara Eropa, kita lawan saja,” tegas dia. [KAL]

RM Video