Isi H-1 Pemilu, Ketua DPR Ziarah ke Makam Ayah

Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo bersama keluarga berziarah ke makam ayah kandungnya, SE Prijono, di pemakaman Joyokusomo, Dukuh Margosari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/4). (Foto: Dok. Pribadi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mengisi hari di H-1 Pemilu, Ketua DPR Bambang Soesatyo berziarah ke makam ayah kandungnya, SE Prijono, serta kakek keneknya, di pemakaman Joyokusomo, Dukuh Margosari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/4). Bamsoet, sapaan Bambang, datang ke pemakaman bersama keluarga besarnya.

Di lokasi, Bamsoet berdoa untuk almarhum ayahnya. Selain itu, Bamsoet juga berdoa agar pelaksanaan pencoblosan besok berjalan damai. Dia ingin bangsa tetap guyub dan rukun pasca-Pemilu nanti.


"Almarhum ayah saya meninggal pada 6 Januari 1977. Saat saya beranjak dewasa, memasuki usia 15 tahun. Walau tidak terlalu lama mengenal ayah, namun beliau sangat berjasa dalam pembentukan karakter diri saya. Sebagai seorang tentara, ayah menanamkan sikap pantang mundur, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Nilai-nilai itulah yang selalu saya pegang hingga kini," tutur Bamsoet, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (16/4).

Berita Terkait : Organisasi Habib Se-Indonesia: Hasil Pemilu Penting, Tapi Persatuan Lebih Penting

Bagi politisi Partai Golkar ini, berziarah memiliki banyak hikmah. Selain untuk mendoakan orang yang sudah mendahului, juga bisa menjadi pengingat diri bahwa semua yang hidup pasti akan menghadapi kematian. Harta, keluarga, dan segala hal yang bersifat materi akan ditinggalkan. Hanya amalan baik yang menyertai saat menghadap Tuhan Maha Esa.

"Mengingat datangnya kematian bukanlah hal yang tabu. Justru harus terus-menerus ditanamkan. Hidup di dunia hanyalah persinggahan, sebelum kelak kita semua akan abadi di akhirat nanti. Dengan mengingat kematian, kita akan menyadari untuk tidak membuat kerusakan di dunia. Melainkan sibuk menebar kebajikan dan kemaslahatan," tutur Bamsoet.


Atas dasar hal itu, Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini mengajak para elite politik tidak perlu terlalu ngotot dan menghalalkan segala cara untuk memenangi Pemilu 2019. Kekuasaan sejatinya adalah amanah dan tanggung jawab, bukan sebuah kebanggaan yang harus dipamerkan. Apalagi didapat dengan mengorbankan rakyat.

Berita Terkait : Ketua DPR Apresiasi Keberhasilan TNI-Polri Amankan Pemilu

"Besok bangsa Indonesia menghadapi Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan angggota legislatif dari tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga nasional, serta DPD. Bagi kandidat yang maju dalam pemilihan, setelah di masa kampanye telah melakukan berbagai ikhtiar, kini berikan kesempatan kepada rakyat untuk menilai dan menjatuhkan pilihan," urai Bamsoet.

Lebih jauh Bamsoet menekankan, terpilih atau tidak, kandidat yang maju dalam Pemilu 2019 harus bersikap legowo. Karena semua sudah ditentukan guratan takdir masing-masing.


"Bagi yang tidak terpilih, bukan berarti kiamat. Tak perlu berkecil hati. Karena perjuangan membangun bangsa dan negara bisa dilakukan dari semua aspek kehidupan. Lagi pula, masih ada kesempatan lima tahun mendatang untuk bertarung kembali,” pungkas Bamsoet. [USU]

RM Video