Diungkap Orang Golkar

Banyak Mafia Ingin Menteri Amran Out Di Periode Depan

Klik untuk perbesar
Anggota Fraksi Golkar DPR Firman Soebagyo. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Fraksi Golkar DPR Firman Soebagyo mengusulkan agar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dipertahankan di periode depan. Alasannya, kerja Amran selama ini sangat baik. Produk pertanian meningkat, kesejahteraan petani juga terus naik.

Namun, dia sadar bahwa saat ini banyak pihak yang terganggu dengan sepak terjang Amran. Pihak-pihak tersebut mencoba melakukan pembusukan. Agar Amran tidak dipakai lagi di kabinet periode depan.

“Sudah tentu banyak yang terganggu dengan kinerja Mentan saat ini. Jadi, wajar saja kalau dia banyak musuhnya,” kata Firman, kemarin.

Berita Terkait : Imbas Perang Dagang, Indonesia Diserbu Investasi  


Siapa pihak tersebut? Firman menyebut, mereka adalah mafia pangan. Mafia ini, kata Firman, paling dirugikan. Dengan keberhasilan Menteri Amran meningkatkan produksi pertanian, baik beras, jagung, dan bawang mereka, para mafia itu tidak bisa lagi seenaknya mempermainkan harga. Praktik perburuan rente di sektor pangan terus dipersempit.

Yang tidak senang dengan Menteri Amran, tambah Firman, juga datang dari internal Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan ketatnya kerja Amran, permainan proyek dalam pengadaan barang dan jasa tertutup rapat. Pengadaan barang yang selama ini melalui tender, yang biasanya dipermainkan, diubah Amran. Pengadaan diganti dengan sistem e-Katalog. Amran juga bekerja sama dengan KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam mengawal bantuan pemerintah kepada petani. Pihak-pihak yang biasanya meraup untung dari berbagai pengadaan atau penyaluran bantuan, kini tidak bisa apa-apa.

Menilik dari hasil quick count Pemilu 2019, Firman melihat Presiden Jokowi akan memimpin Indonesia kembali di periode 2019-2024. Dia pun berharap, di periode kedua nanti, Jokowi mempertahankan Amran. Agar segala keberhasilan bidang pertanian selama ini bisa dilanjutkan. Firman meyakini, Jokowi memiliki pertimbangan tertentu dalam menilai kelayakan seorang untuk menempati posisi menteri.

Berita Terkait : KPK Siap Buktikan Aliran Suap Buat Menteri Agama

“Jadi, kembali lagi pada Pak Jokowi. Jika terpilih lagi untuk kedua kalinya, tentu harus bekerja untuk rakyat. Kalau jegal-menjegal saja jadi pertimbangan, sangat disayangkan. Karena keberhasilan (sektor pertanian) sekarang tidak lepas dari kerja para pembantunya. Presiden bekerja itu kan tidak sendiran, tapi by system,” katanya.


Firman melihat, selama 4,5 tahun bekerja, Amran terbukti mampu mendekatkan Pemerintah dengan petani. Sektor pertanian kini menjadi lebih menarik. Profesi petani menjadi lebih menjanjikan. Ini terjadi karena Amran sangat memahami aspirasi dan kebutuhan para petani.

Saat duduk sebagai wakil ketua Komisi IV DPR, Firman sering berkomunikasi dengan Amran. Dari komunikasi itu, dia melihat Amran sebagai sosok yang cerdas, berani, petarung, dan tidak kenal kompromi. Amran juga termasuk orang lapangan. Yang tidak kalah penting, Amran adalah problem solving. Setiap masalah yang ditemukan di lapangan, langsung dituntaskan.

Berita Terkait : ASN Kementan Dilarang Terima Bingkisan Lebaran

“Sekarang, Dirjen-dirjen di Kementan itu ikuti gaya Mentan. Pejabat-pejabat di Kementan itu selalu di lapangan. Kalau Dirjen tidak turun lapangan, bagaimana dia tahu kondisi yang terjadi pada petani,” tandasnya. [KAL]

RM Video