KAHMI Harus Jadi Garda Terdepan Penjaga Persatuan Bangsa

Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) bersama sejumlah tokoh dalam acara buka bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam Indonesia (KAHMI), di Jakarta, Sabtu (11/5). (Foto: Dok. Pribadi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan, karakter Islam di Indonesia yang moderat harus terus diteguhkan. Tak hanya itu, gerakan moral intelektual yang didasarkan atas ajaran Islam bagi bangsa Indonesia juga harus tetap menjadi bagian dari spirit kesadaran sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Bukan justru menambah permasalahan baru yang bisa menyulut api permusuhan.

“Mahasiswa Islam sebagai kaum intelektualitas punya tanggung jawab besar untuk tidak berperan sebagai agent of change saja. Melainkan juga sebagai penjaga api semangat keindonesiaan di satu sisi, dan semangat keislaman di sisi yang lain. Saat tidak lagi menyandang status mahasiswa, tanggung jawab tersebut tak lantas padam begitu saja. Melainkan harus tetap dipelihara agar tetap menyala,” ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini saat menghadiri buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam Indonesia (KAHMI), di Jakarta, Sabtu (11/5).

Berita Terkait : Ketua MPR: Jokowi-Maruf Mengayomi Seluruh Rakyat

Bamsoet merupakan Dewan Pakar KAHMI. Selain dirinya, hadir juga sejumlah tokoh KAHMI lain seperti Akbar Tandjung, Hamdan Zoelva, Harry Azhar Azis, Abdul Latif, Rohmin Dahuri, dan Anwar Nasution.

Bamsoet mengajak para anggota KAHMI tak melupakan nilai-nilai perjuangan yang telah mereka dapatkan selama berorganisasi di HMI. Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah hal yang perlu dipertentangkan. Melainkan menjadi kekuatan utama bagi bangsa Indonesia.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Para Bikers jadi Duta Nasionalisme

“Saat kuliah dahulu, saat berada di HMI, kita semua selalu mengecam ketidakadilan. Jangan sampai sekarang saat berada di KAHMI dan telah menjadi orang besar, justru kita menjadi sumber ketidakadilan itu sendiri. KAHMI telah banyak mengantarkan anggotanya menjadi tokoh penting di republik ini. Mari bertanggungjawab terhadap jabatan yang telah diamanahkan,” tuturnya.

Tak lupa, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyoroti semakin dekatnya rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 yang tinggal beberapa hari lagi ditetapkan oleh KPU. Jangan sampai KAHMI menjadi korban politik dari para elite politik yang ingin memancing keributan, apalagi jika sampai mengatasnamakan agama Islam.

Berita Terkait : JK Pastikan Hadiri Diprosesi Pergantian Dirinya ke Maruf Amin

“Tak bisa dipungkiri, kader KAHMI tersebar di berbagai partai politik dan kelompok lainnya. KAHMI justru harus berdiri paling depan menjaga bangsa Indonesia dari perpecahan. Apalagi perpecahan yang menjual agama demi ambisi sejumput kekuasaan,” pungkas Bamsoet. [ONI]