Jika Tawari 02 Kursi Menteri

01 Baik Banget

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade
Klik untuk perbesar
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menang pilpres tak menjadikan kubu 01 jumawa juga kemaruk kekuasaan. Sebaliknya, kubu 01 justru bersedia berbagi dengan kubu 02 yang nyata-nyata lawannya di pilpres. Sikap 01 ini menuai pujian.
 
Soal tawaran kursi menteri bagi kubu 02 pertama kali dibeberin Andre Rosiade. Wasekjen Gerindra sekaligus Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini bilang, kubu lawan sudah tawarin kursi menteri. 

“Penawaran itu sudah jadi rahasia umum. Semua orang Gerindra tahu bahwa pihak sebelah menawarkan itu. Memang jauh lebih menarik Gerindra daripada partai lain,” ungkap Andre. 

Apa benar? Wasekjen PDIP Ahmad Basarah tidak gamblang menjawabnya. Kata dia, selama ini memang ada komunikasi antara 01 dengan 02. Namun, soal komunikasi itu berakhir dengan tawaran kursi menteri, Basarah ngaku tidak tahu.“Tapi niat kita silaturahmi dengan seluruh anak bangsa, teman-teman atau kader-kader Gerindra,” tutur Basarah di Jakarta, kemarin. 

Dia juga tidak ambil pusing, benar atau tidak, kabar tersebut. Wakil Ketua MPR ini cuma bilang, sebagai presiden terpilih, Jokowi belum membahas pembentukan kabinet. 

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

“Menurut saya terlalu prematur kalau saya memberikan penilaian apakah ada proposal menteri kepada Partai Gerindra atau tidak. Karena saat ini fokusnya masih rekonsiliasi nasional,” imbuhnya. 

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily nggak percaya dengan omongan Andre. Dia bilang, Gerindra nggak usah kegeeran (gede rasa). Sampai sekarang. belum ada pertemuan antara kedua belah pihak. Khususnya, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. 
"Lebih baik silaturahmi saja dulu seperti yang dilakukan Pak AHY dan Pak Zul (Zulkifli Hasan) supaya suasana menjadi adem dan penuh kesejukan di momen seperti Lebaran ini," beber politisi Golkar ini. 

Wakil Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy juga senada dengan Ace. Dia tak terlalu yakin dengan isu tawaran menteri kepada Gerindra. “Partai koalisi saja belum dapat tawaran menteri koq,” tegas Lukman. 

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menegaskan, sampai sekarang partainya belum punya sikap politik. Jadi oposisi atau buka peluang gabung dengan koalisi pemenang Pilpres. 

Baca Juga : Pramono Bilang Maunya Jokowi

“Langkah ke depan akan diputuskan Majelis Syuro sesudah selesai semua proses," katanya. 

Namun, dia yakin, PKS akan tetap berada dalam barisan Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019. Dia mengatakan, partainya bersama Gerindra akan bermusyawarah untuk menentukan posisi politik ke depannya. “Bagi PKS menjadi oposisi juga bagian dari mencintai negeri,” pungkasnya. 

Pengamat politik Hendri Satrio menghargai dan memahami niat baik Jokowi jika seandainya kabar tersebut benar adanya. Tentunya ini keinginan kuat dari partai pemenang untuk rekonsiliasi. 

Tapi, kata dia, ada hal yang harus diperhatikan jika memang ingin berbagi kursi menteri. “Kalaupun menteri mau diberikan ke Gerindra, mestinya itu tidak lebih kecil dari kursinya PDIP,”cetusnya. 

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

Hendri mencontohkan, jika PDIP mendapat 10 kursi, maka Gerindra dapatnya juga harus sama. Kalau ini terjadi, maka akan sulit lagi komposisi kabinetnya. “Nanti PKB dapatnya berapa. Belum lagi Mas AHY. Ini bagaimana pembagiannya? Belum lagi yang nggak lolos threshold itu?” kata Hendri. (MEN)