Keluarga Mega dan SBY Bersatu di Teuku Umar, Puan-AHY Duet Maut

Menyejukkan: Putra SBY, AHY dan Ibas saat silaturahmi ke rumah Megawati di Hari pertama Lebaran Rabu (5/6).
Klik untuk perbesar
Menyejukkan: Putra SBY, AHY dan Ibas saat silaturahmi ke rumah Megawati di Hari pertama Lebaran Rabu (5/6).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Momen manis Megawati-SBY di pemakaman Ibu Ani berlanjut sampai Lebaran. Dua putra SBY, AHY dan Ibas bertemu dengan Megawati dan anak-anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Kalau keharmonisan seperti ini terus dijaga, Puan-AHY bisa jadi duet maut di Pilpres 2024.

Pada hari pertama Idul Fitri, anak-anak SBY Lebaran ke rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta. AHY bersama istrinya Annisa Pohan. Begitu pun Ibas, ditemani istrinya, Aliya Rajasa. Sementara SBY, tidak ikut.

Mega menerima langsung kunjungan keluarga SBY. Mega tidak sendirian. Dia ditemani dua anaknya, Puan dan Prananda. Pertemuan itu hanya berlangsung singkat, hanya sekitar 15 menit saja. Namun pertemuan itu mendapat respon positif dari banyak orang. Dari sejak hari pertama lebaran sampai kemarin, momen kebersamaan mereka itu terus jadi perbincangan dan decak kagum. 

Perbincangan itu bermula setelah Puan mengabadikan suasana keakraban itu dan mempostingnya di akun Instagram miliknya, @puanmaharani, hari itu juga. Dalam foto tersebut, Puan memegang kamera. Di belakangnya, ada Anissa Pohan yang berkebaya putih, seragam dengan Alia Rajasa. Sementara AHY yang berbatik hitam-cokelat motif sawunggalih, seragam dengan Ibas, berpose di belakang Anissa, tetapi tampak sejajar dengan Puan.

Mega yang berkebaya cokelat diapit seorang perempuan dan Aliya Rajasa. Sementara paling belakang ada Prananda dan Ibas. Semuanya tersenyum. Sumringah. Terutama Mega.  

Baca Juga : Tinggikan Pintu Stasiun MRT

Sebelum ke rumah bos PDIP itu, AHY dan Ibas terlebih dahulu berkunjung ke Istana. Dua putra SBY itu juga dapat perlakuan khusus dari Jokowi. Bisa bertemu langsung Presiden, ibu negara Iriana, serta putra Jokowi Kaesang Pangarep di ruang utama Istana Merdeka. 

Usai pertemuan, AHY menyampaikan pujian dan terima kasih pada Jokowi. Khususnya, saat Ibu Ani meninggal dan dimakamkan di TMP Kalibata.

Kata dia, pidato Jokowi saat pemakaman benar-benar menyentuh hati keluarga. Terutama saat Jokowi mengutip kata Flamboyan. 

"Pidato beliau sangat mengharukan, menyentuh hati kami," tutur AHY. "Kami meneteskan air mata karena memang dari dulu Pak SBY memanggil dengan sebutan flamboyan bagi Bu Ani," ujar AHY. 

Pramono Anung yang ada di lokasi mengapresiasi pertemuan itu. Meskipun singkat, pertemuan itu untuk membuka komunikasi. "Kalau komunikasi mempermudah untuk saling mengerti. Dan saya yakinlah apa yang menjadi ketegangan pada saat pemilu kemarin sekarang ini sudah hampir...," ujarnya tanpa melanjutkan kalimatnya.  

Baca Juga : Masyarakat Rame-rame Nolak Larangan Dokumentasi Persidangan

Terpisah, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut, kunjungan AHY dan Ibas ke Presiden Jokowi dan Megawati adalah kunjungan silaturahmi balasan. Selain itu, juga merupakan kunjungan silaturahmi ucapan terima kasih, atas apa yang dilakukan Jokowi sebagai presiden saat pemulangan jenazah Ibu Ani dari Singapura hingga pemakaman, dan kehadiran Mega saat pemakaman ibu Ani. 

"Inilah tata krama dan etika yang ditunjukkan oleh AHY dan EBY, mereka menghargai perbuatan baik," kata Ferdinand.

Kunjungan AHY dan Ibas itu pun sekaligus merupakan upaya untuk merajut kembali silaturahmi antar elite politik di Indonesia pasca Pilpres 2019. Terutama, bagi Partai Demokrat. 

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menilai, silaturahmi keluarga SBY-Mega itu menampilkan harapan dan cakrawala baru akan masa depan Indonesia. 

Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito menyebut, silaturahmi itu memutus sejarah ketegangan politik antara Mega dan SBY. Dia memperkirakan, ke depan, komunikasi kedua keluarga ini akan berlanjut. "Mungkin bakal sering ketemu AHY sama Puan Maharani," ujar Arie. 
 
Dua nama itu, disebut Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno sebagai nama potensial dalam Pilpres 2024 mendatang. Bukan tak mungkin, silaturahmi itu bisa menduetkan Puan-AHY dalam Pilpres mendatang. "Itu bisa menjadi lompatan besar untuk merajut kemungkinan menduetkan mantan anak-anak presiden maju pilpres 2024. Duet Puan dan AHY cukup terbuka," katanya, semalam. 

Baca Juga : Pemprov Gerak Cepet Dong Angkut Sampah Sisa Banjir

Peluang itu terbuka lantaran koalisi Demokrat dan PDIP sudah lebih dari cukup untuk mengusung kandidat capres-cawapres di Pilpres 2024. Bila ditotal, jumlah suara kedua partai mencapai 28 persen. 

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menilai, terlalu sederhana jika silaturahmi keluarga SBY dengan keluarga Mega itu hanya untuk mencari kursi menteri untuk Demokrat. Tanpa harus menjadi menteri, AHY sudah punya nama. Cukup populer, dikenal publik. 

"Ada suatu hal yang sebenarnya dipersiapkan Demokrat menyongsong 2024. Batu bata politiknya itu sudah mulai disusun Demokrat dari sekarang," imbuh Adi. 

Adi menilai, momentum silaturahmi itu sangat pas. Dimulai dari kedatangan Mega ke pemakaman Ibu Ani, yang kemudian dibalas sanjungan ke PDIP dan Jokowi oleh AHY."Sama-sama berbalas pantun, ini menandai babak baru hubungan mereka," tandasnya. 

Senada, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin juga menilai peluang Puan-AHY berduet dalam Pilpres 2024, terbuka. "Sebagai anak pemilik partai politik, potensi keduanya untuk maju terbuka," ujarnya. [OKT]