RMco.id  Rakyat Merdeka - Aksi massa masih terlihat di Mahkamah Konstitusi alias MK. Selain massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), dalam aksi ini terlihat juga sejumlah peserta aksi berseragam yang bertuliskan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Padahal, Prabowo maupun Sandi melarang pendukungnya datang ke MK.

Salah satunya Tongan Zulkifli. Ia mengenakan pakaian kemeja putih, dengan tanda pengenal BPN Siaga yang diikat di lengan kirinya menggunakan kain warna abu-abu. Ia menggunakan, baret warna merah marun dengan emblem bertuliskan Rampas. "Rampas itu Relawan Aksi Pendukung Prabowo-Sandi," terangnya ketika ditemui Rakyat Merdeka tadi siang.

Baca Juga : Usut Tuntas Kebakaran Gedung, Kejagung Dukung Bareskrim

Ia mengaku sebagai Panglima Satgas BPN itu tahu jika Prabowo dan Sandi melarang pendukungnya ke MK. Namun kedatangannya ke lokasi aksi sudah mendapatkan izin dan hanya ingin memantau situasi. "Dari BPN hanya lihat situasi kondusif atau tidak," katanya.

"08 (Prabowo, red) tidak pernah nyuruh massa dan ibu-ibu ikut aksi, tidak pernah. Lebih baik nonton di tv. Pak prabowo tidak pernah mengarahkan?," lanjut Tongan.

Baca Juga : 2 Pegawai Positif Corona, Kejari Jakpus Tutup Tiga Hari

Baginya, peserta yang hadir dalam aksi kawal MK itu tidak lagi membawa nama kubu 01 atau 02. Semua hanya ingin menuntut keadilan dari putusan MK. "Sekarang ini tidak ada 01 dan 02. Mereka meminta yg di daerahnya sblmnta menang kenapa di sini kalah," pungkasnya. [SAR]