RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat memuji-muji PDIP. Pujian dilontarkan Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan. Banteng dinilai konsisten sebagai oposisi selama sepuluh tahun SBY menjadi Presiden. Apa ini sinyal Demokrat bergabung ke koalisi pemerintah?

Menurut Hinca, PDIP ikut berkontribusi besar terhadap pemerintahan SBY selama sepuluh tahun, karena konsisten sebagai oposisi. “Kami belajar banyak dengan teman-teman PDIP. Sepuluh tahun kukuh dengan pendiriannya menjadi oposisi untuk Pak SBY dan kemudian menghasilkan hasil yang terbaik,” katanya di gedung DPR, kemarin.

Meski hampir di setiap kesempatan Demokrat memuji PDIP, keputusan untuk bergabung dalam koalisi pemerintah belum ditentukan. Hinca menegaskan, usai perhelatan pesta demokrasi sampai pelantikan presiden dan wakil presiden Oktober mendatang, Demokrat akan membuat keputusan.

Berita Terkait : Demokrat Dan PDIP Memanas

“Kalau Anda bertanya, bagaimana sikap Demokrat, izinkan kami menuntaskannya sampai Oktober ini. Karena posisi politik kami penyeimbang, untuk terus mengkritik yang memang masih perlu dikritik. Tapi kalau sudah baik kami katakan baik,” katanya.

Hinca mengatakan, pada prinsipnya kesetiaan dalam men dampingi capres cawapres hingga usai hal yang wajib. Dia tidak ingin ada partai pendukung dari pasangan Jokowi- Ma’ruf menggoda untuk bergabung dengan koalisi pemerintah terlebih dahulu.

“Demokrat ini belajar baru 4 tahun 6 bulan hampir sampai Oktober. Izinkan kami jangan digoda-goda dulu untuk menuntaskan penyeimbang itu, biarkan sampai Oktober,” pinta Hinca.

Berita Terkait : Kenalkan, Partai Baru Amien Rais, Namanya Partai Ummat

Walaupun Hinca mengatakan masih bersama oposisi, namun manuver kedekatan dengan partai pendukung petahana mulai terbangun. Misalnya, silaturahmi Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat Idul Fitri bertemu Presiden Jokowi.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah membuka kemungkinan bertambahnya koalisi. Misalnya saja, Demokrat yang tertarik bergabung. Ini sangat terbuka, apalagi mempunyai rekam jejak kolaborasi dalam sejumlah Pilkada.

“Selama ini PDIP telah bekerja sama dengan Demokrat. Banyak teman-teman saja yang tidak tahu bahwa kita bekerja sama di pemilu gubernur, pemilu walikota dan bupati,” kata Basarah di Jakarta.
 Selanjutnya