Hilangkan Kubu-kubuan

NU dan Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua ormas tersebesar yakni Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta para elite politik segera melakukan rekonsiliasi pasca putusan MK. Sudah tidak ada lagi kubu 01 atau 02.

Ketua PBNU Sulton Fatoni mengatakan, rekonsiliasi demi kondusivitas politik usai pilpres. “Para elite perlu mengedepankan spirit kebersamaan, memposisikan kembali bahwa Pemilu itu rutinitas yang harus dilalui sebagai sarana mewujudkan kemakmuran bangsa,” kata Sulton.

Meski masih terdengar adanya pendukung Prabowo yang tidak bisa menerima putusan MK, Sulton menilai, masyarakat sangat realistis menyikapi polemik sengketa pilpres ini.

Baca Juga : Kepala Layanan Medis Darurat Iran Tertular Virus Corona

Karena itu, elite politik harus dapat bersatu menciptakan situasi kondusif di masyarakat. “Masyarakat sangat realistis, tapi kondusivitas politik berada di tangan elite politik,” kata Sulton.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas juga mendorong kedua belah pihak segera rekonsiliasi pasca putusan MK. Rekonsiliasi dinilai penting guna menenangkan masyarakat yang belakangan kian terpolarisasi.

“Siapa pun yang menang, baik Pak Jokowi atau Pak Prabowo, ya kedua belah pihak menurut saya rekonsiliasi lah. Supaya di bawah juga tenang,” ujar Anwar.

Baca Juga : Ketimbang Pakai Masker, Bersihkan Layar HP Jauh Lebih Efektif

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan, politik partisan 01 dan 02 sudah berakhir, tidak perlu diperpanjang dalam isu dan kepentingan apapun, yang ada adalah satu keluarga besar Indonesia.

Haedar menegaskan, presiden dan wakil presiden untuk semua dan bukan untuk satu golongan pemilih dan pendukungnya saja, sehingga harus mengayomi dan menjadi pemimpin seluruh rakyat Indonesia.

“Rekonsiliasi politik dan kultural menjadi keniscayaan dari suruh pihak secara autentik dan sungguh, bukan sebagai retorika publik,” katanya.

Baca Juga : Dukung UMKM Terbaik Indonesia, BNI Luncurkan Bunga Nusantara

Haedar mengajak pasca keputusan MK bagi seluruh rakyat dan kekuatan bangsa untuk melangkah bersama meraih masa depan Indonesia berkemajuan guna menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa guna mewujudkan cita-cita nasional yang kian berat dan penuh tantangan.

Menurutnya, tidak perlu ada euforia dalam kemenangan karena masalah dan tantangan Indonesia sangatlah berat dan kompleks.

“Jauhi pula keterbelahan bangsa akibat sikap politik yang negatif dan ekses dari pemilu. Jangan sampai Indonesia terkapling-kapling dalam primordialisme dan pengkutuban politik, agama, dan golongan yang menyebabkan lemahnya persatuan Indonesia,” kata dia. [MHS]