Prabowo Tak Ucapkan Selamat Secara Terbuka

Sahabat Baik Jokowi Sungguh Tak Tahu Diri

Capres Prabowo Subianto (tengah) saat berkumpul dengan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Jakarta, Kamis (27/6). (Foto: M. Qori Haliana/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Capres Prabowo Subianto (tengah) saat berkumpul dengan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Jakarta, Kamis (27/6). (Foto: M. Qori Haliana/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Selama ini, Jokowi selalu menganggap Prabowo sebagai sahabat baiknya. Pun begitu, Prabowo mengakui Jokowi sebagai sahabat baiknya. Tapi, kenapa Prabowo tak mau secara terbuka memberikan ucapan selamat ke sahabat baiknya itu? Sungguh tak tahu diri.

Saat Prabowo tak mengucapkan selamat ke Jokowi, dan malah mengklaim kemenangannya sendiri waktu KPU menyatakan Jokowi sebagai pemenang, pada 21 Mei lalu, mungkin masih banyak masyarakat yang memaklumi.

Sebab, saat itu, kemenangan Jo­­­kowi belum final. Prabowo masih punya kesempatan menggunakan haknya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Masyarakat pun berharap dan menanti-nantikan ucapan selamat itu diucapkan Prabowo setelah MK memutuskan Jokowi sebagai pemenang Pilpres, pada Kamis (27/6).

Tapi, tetap saja tak ada kata-kata ucapan selamat itu keluar dari mulut Prabowo. Sebenarnya, Prabowo sudah baik dan bisa dijadikan contoh oleh generasi penerus bangsa ketika dia dengan kesatria mau mengakui, ikhlas menerima kekalahan dan menghormati putusan MK.

Berita Terkait : Prabowo Jadi Menteri Terbaik, PDIP: Jokowi Tunjuk Orang TepatĀ 

Tapi sayang, sampai akhir pidato terbukanya, Prabowo tidak menyampaikan ucapan seperti ini: selamat buat sahabat baikku, Pak Jokowi yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres. 

Kenapa Prabowo tak mau juga mengucapkan selamat kemenangan ke Jokowi? Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut, dengan diksi ‘menghormati putusan MK’, secara otomatis Prabowo memberi selamat kepada Jokowi sebagai presiden terpilih.

“Kami merasa, dengan Pak Prabowo menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi, apa yang diharapkan yakni ucapan selamat (kepada Jokowi) itu sudah sesuatu yang automatically.

Mestinya dipahaminya seperti itu,” ujar Muzani saat ditemui di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, kemarin.

Baca Juga : Antara Politik Islam dan Islam Politik (2)

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, memberi alasan lain. Dia bilang, Prabowo akan memberi ucapan selamat secara langsung saat bertemu Jokowi.

“Ya, kami kan sudah menghormati putusan MK. Nanti kalau ucapan selamat mungkin nantilah, ya, disampaikan oleh Pak Prabowo,” ujarnya, kemarin.

Memangnya kapan Prabowo akan ketemuan dengan Jokowi? Andre menggeleng, tidak tahu. Sikap Prabowo yang ogah memberi selamat pada Jokowi ini dikritik berbagai pihak.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, mengingatkan bahwa putusan MK merupakan putusan paling tinggi dalam sengketa pilpres. Sifatnya final dan mengikat.

Baca Juga : Pakar WHO: Tak Ada Bukti Virus Corona Bakal Lenyap di Musim Panas

Tidak ada upaya hukum lain yang bisa dilakukan untuk mengubah hasil Pilpres 2019. Jokowi adalah pemenangnya. “Idealnya, Prabowo-Sandi sudah seharusnya mengakui kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf dan mengucapkan selamat atas kemenangan ini,” ujar Ace, kemarin.

Politisi muda Golkar ini berpendapat, pengakuan dan ucapan selamat dari Prabowo-Sandi akan mempercepat proses rekonsiliasi. “Tunjukkan kepada rakyat Indonesia tentang kebesaran jiwa mengakui kemenangan Pak Jokowi,” saran Ace.
 Selanjutnya