Demokrat Timbang-timbang Bergabung Dengan 01

Klik untuk perbesar
Waketum Demokrat Syarief Hasan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat masih bimbang menentukan sikap, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY ini belum menentukan apakah bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin atau menjadi oposisi. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut, partai berlambang bintang mercy masih melakukan analisa intern untuk menentukan sikap. 

Baca Juga : Banjir Bonus Atlet SEA Games, Satu Emas Rp 500 Juta

"Perjalanan masih panjang, ini kan masih sampai Oktober, biasanya setelah (presiden dan wakil presiden terpilih) dilantik, DPR-MPR dilantik. Pelantikan presiden dan wapres itu masih ada ruang komunikasi final," tutur Syarief dalam diskusi polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Peta Politik Pasca Putusan MK', di d'consulate resto, Jakarta, Sabtu (29/6). "Masih ada 3,5 sampai 4 bulan lagi. Tidak usah buru-buru," imbuhnya. 

Dalam mengambil keputusan, Demokrat akan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, adalah faktor permintaan dan penawaran atau supply and demand.Demokrat masih akan terus membangun komunikasi politik dengan seluruh pihak. "Ini kan supply dan demand. Kalau demand-nya menguntungkan Demokrat, saya kira akan dipertimbangkan," ujarnya. 

Baca Juga : Liburan, Rossi-Hamilton Tukeran Kendaraan

Yang pasti, Demokrat tidak akan mengajukan diri untuk bergabung di pemerintahan. Sebab, itu adalah hak prerogatif presiden. 

"Kami tak dalam posisi tentukan di mana, kami tak pernah propose, karena kami tahu itu hak presiden," tutur eks Menteri Koperasi dan UKM ini. Tapi apapun sikap yang akan diambil, Demokrat menyatakan siap. "Kami telah dua kali ikut dalam pemerintahan. Kami cukup nyaman di posisi manapun," tegas Syarief. [OKT]