Setelah Putusan MK

Tentukan Arah, Gerindra Mau Dengar Masukan Ijtima Ulama

Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) berkumpul dengan para pendukungnya di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, seusai pputusan MK ditetapkan. (Foto: M. Qori Haliana/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) berkumpul dengan para pendukungnya di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, seusai pputusan MK ditetapkan. (Foto: M. Qori Haliana/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra memastikan bahwa Prabowo Subianto tidak akan mengambil langkah hukum. Hal ini berkaitan dengan ditolaknya seluruh gugatan di sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu juga dari putusan MK merupakan putusan akhir dan mengikat untuk dipatuhi. Dari hal itu, segala upaya langkah hukum lainnya, dipastikan tidak akan terjadi.

Berita Terkait : Gerindra dan PKS Pecah

“Sudah, bahwa prinsipnya ini (MK) adalah langkah konstitusional terakhir, bahwa kami lihat tak ada langkah hukum terlalu relevan ke tingkat yang lebih,” kata Wakil Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, kemarin.

Setelah tidak ada jalan hukum lain, agenda yang akan dilanjutkan adalah mempersilahkan partai koalisi menentukan sikap masing-masing. Selain itu, Partai Gerindra akan melakukan rapat internal bersama elite partai menentukan arah ke depan.

Berita Terkait : Prabowo Teriak Lagi Bokek

“Ke depannya saja bahwa khusus Gerindra, Prabowo biasa akan mengumpulkan para anggota dewan pembina dan akan menentukan ke mana arah ke depannya. Yang pasti itu patokan Pak Prabowo adalah untuk kepentingan masyarakat banyak untuk kepentingan rakyat untuk bangsa dan negara,” sambungnya.

Dalam menentukan arah partai, Prabowo juga diyakini akan mendengar masukan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya adalah forum Ijtima Ulama yang menjadi pertimbangan dari aspek sosiologis dari pihak luar sebagai masukan partai.

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

“Yang secara luas Pak Prabowo akan menyerap dari luar dengan melihat aspek sosiologis. Itu yang paling paling pokok sebenarnya termasuk mendengar Ijtima Ulama sebagai salah satu komponen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dalam keterangan pers usai putusan MK terlihat kecewa. Dia berusahana menerima hasil gugatan, namun masih merasa tidak puas dengan belenggu rasa penasaran. [MHS]