Akan Ajukan 11 Calon Menteri, Nasdem Ngebet Jaksa Agung Lagi

Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Nasdem tidak mau kalah dengan PKB, yang mengusulkan 10 nama calon menteri ke Jokowi. Partai besutan Surya Paloh itu akan mengajukan 11 nama untuk mengisi kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang.

Nasdem juga ngebet mempertahankan posisi Jaksa Agung yang saat ini diisi kadernya. Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem, Taufiqulhadi merasa sodoran nama itu pantas bagi partainya. Sebab, kerja keras Nasdem dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf sangat terbukti. Raihan suara Nasdem juga naik signifikan. Tembus lima besar. Di atas PKB.

“Suara Nasdem lebih besar dibandingkan PKB di DPR berdasarkan kursi. Maka, sepantasnya Nasdem mengusulkan 11,” kata Taufiqulhadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Baca Juga : Tol Laut Ditambah 26 Trayek

Di kabinet sekarang, Nasdem menempatkan tiga kadernya. Mereka adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Jaksa Agung M Prasetyo. Taufiqulhadi menegaskan, pihak- nya bakal mempertahankan jatah kursi ini. Terlebih, untuk posisi Jaksa Agung. “Tentu saja, kursi yang ada bisa kami pertahankan,” imbuhnya.

Dia pun amat pede, dengan raihan suara yang tembus lima besar, jatah tadi akan bertambah. Meski tidak semua dari 11 nama yang diajukan akan diterima. “Kursi yang ada bisa dipertahankan dan bisa dapat lagi,” ucapnya. Apakah 11 nama itu sudah disampaikan secara resmi? Taufiqulhadi menyatakan, belum.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa pembahasan informal sesama partai pendukung terkait komposisi menteri di kabinet mendatang, sudah ada. “Pasti mereka sambil bercanda dan sebagainya berbicara soal hal itu. Tapi secara resmi belum,” tutur Taufiqulhadi.

Baca Juga : Gara-gara Corana, Sebagian Alat PON Pakai Bekas Asian Games

Namun, pernyataanTaufiqulhadi ini dibantah Ketua Fraksi Nasdem DPR, Ahmad Ali. Ahmad memastikan, partai tidak ikut mematok jumlah menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang. Dia yakin, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh tidak akan cawe-cawe perihal jatah menteri. “Sejak awal, kami nggak pernah menawarkan kader-kader untuk jadi menteri. Jika, sekarang ada Pak Enggar (Mendag), Jaksa Agung (Pra- setyo), dan Bu Siti (Menteri LHK) itu karena Pak Jokowi memang melihat beliau-beliau ini punya kapasitas. Saya yakin betul, ketua umum kami tidak ikut cawe-cawe apalagi me- matok macam-macam,” kata Ahmad Ali, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (3/7) malam.

Ahmad Ali melihat, pernyataan Taufiqulhadi tidak serius. “Cuma candaan aja itu,” cetusnya. Yang diharapkan Nasdem, kata Ahmad, adalah bagaimana menteri- menteri yang terpilih mampu merealisasikan visi-misi Jokowi dengan baik. “Masalah siapa-siapa (menteri) itu, kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi,” terangnya.

Tapi, Ahmad tidak sepakat dengan wacana “zaken kabinet” yang sempat digulirkan belakangan ini. Yakni kabinet yang jajaran menterinya diisi sepenuhnya kalangan profesional, tidak ada representasi partai politik tertentu. “Sebab, di partai politik itu juga tidak sedikit yang profesional. Jadi, tidak harus bicara latar belakang, seakan-akan orang partai tidak ada yang profesional,” ujar Ahmad.

Baca Juga : Toyota Perbanyak Model Mobil Listrik

Pengamat Politik UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago memandang, yang dilontarkan Taufiqulhadi tadi bukan sekadar candaan. Ucapan itu memang keinginan. Sama seperti yang disampaikan PKB. Dia memaklumi hal tersebut. Sebab, baik partai maupun ormas, tentu ingin agar jumlah perwakilannya di kabinet semakin besar. Dia hanya berharap, Jokowi tidak menerima mentah-mentah calon yang diusulkan partai.

“Kalau nggak cocok dengan selera, Presiden minta saja nama yang lain. Pemutus itu ada sama Pak Jokowi. Kecuali ada MoU atau kontrak sebelumnya, antara presiden dengan petinggi partai, terkait syarat memberi dukungan tiket capres ke Jokowi,” tutur Pangi. [SAR]