Hinca: Demokrat Akan Tegakkan Disiplin ke FKPD

Hinca Pandjaitan (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Hinca Pandjaitan (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan angkat suara atas berbagai tudingan miring beberapa kader senior yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat ke Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono.

Hinca menegaskan, Kogasma Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat merupakan lembaga legal dan sesuai dengan spirit AD/ART Partai Demokrat. Pendiriannya tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Demokrat No.92/SK/DPP.PD/II/2018.

"Lembaga Kogasma ini dibentuk DPP Partai Demokrat sebagai respons atas kebutuhan partai dalam menyukseskan perjuangan menuju Pemilu 2019. Untuk itu, mengingat UU Nomor 2/ 2011 tentang Partai Politik, AD/ ART Partai Demokrat, serta Program Umum Partai Demokrat 2015-2020, maka Rapat Pengurus DPP Partai Demokrat pada 9 Februari 2018 menetapkan terbentuknya lembaga Kogasma ini," ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (4/7).

Baca Juga : Gempa M5,0 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami

Untuk itu, tambah Hinca, tudingan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebut Kogasma ilegal, jelas keliru. "Itu merupakan tudingan yang keliru dan tidak berdasar." 

Hinca juga membantah pernyataan FKPD yang menyatakan bahwa pembentukan Kogasma tidak memberi dampak apa pun. Kata dia, pernyataan adalah cara pandang yang misleading dan tidak tepat. 

"Sebagaimana diketahui, dalam proses pemenangan Pemilu 2019, Kogasma Partai Demokrat berhasil menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk menambah kekuatan soliditas kader dan partai untuk mempertahankan kekuatan politik partai di tengah sistem kompetisi politik yang kurang berpihak," ujarnya.

Baca Juga : Mudik Bahagia Bareng Jasa Raharja, Gak Perlu Ongkos

Pelaksanaan Pemilu secara serentak dan tingginya parlementary threshold dan presidential threshold, tambah Hinca, telah memaksa partai-partai politik yang tidak memiliki wakil dalam bursa Pilpres 2019 dalam kondisi yang kurang optimal. Hal itu dibuktikan oleh berbagai survei lintas lembaga yang menempatkan elektabilitas Partai Demokrat di kisaran angka sekitar 3 hingga 4 persen pada beberapa bulan sebelum pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019. 

"Meskipun konsentrasinya terpecah akibat kondisi Ibunda Ani Yudhoyono yang saat itu tengah dirawat intensif akibat kanker darah, tetapi berkat kerja keras Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu 2019, bersama-sama semua kader di seluruh indonesia, Partai Demokrat tetap mampu mempertahankan kekuatan politiknya di angka 7,7 persen. Untuk itu, apresiasi yang tinggi patut disampaikan kepada Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan seluruh kader Partai Demokrat atas jasa, kerja keras dan pengabdiannya untuk berjuang demi kejayaan Partai Demokrat," tutur Hinca.

Menurut Hinca, beragam statemen dan manuver politik yang dilancarkan FKPD sesungguhnya merupakan masalah internal. Dan tentu tidak berdasar. 

Baca Juga : Dua Adik Ipar Nurhadi Tak Penuhi Panggilan KPK

"Untuk itu, demi kemaslahatan partai dan soliditas kader Partai Demokrat, kami menempuh penegakan disiplin partai dengan cara-cara internal sebagaimana mekanisme partai yang berlaku untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini agar tidak berkembang menjadi perdebatan yang tidak produktif," tandasnya. [USU]