Kirim Surat Ke Airlangga

Ical Cs Minta Munas Golkar Tetap Digelar Desember

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan)dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan)dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta Munas Golkar tetap digelar Desember 2019. Dia menolak Munas dipercepat.Hal itu disampaikan Ical, sapaan Aburizal Bakrie, lewat surat yang dikirim ke DPP Partai Golkar tertanggal 25 Juni 2019. Surat ditandatanganii Ical selaku Ketua Dewan Pembina dan Hafiz Zawawi selaku Sekretaris Dewan Pembina. 

“Dalam surat itu, Dewan Pembina meminta DPP melaksanakan Munas di Desember 2019,” kata Pelaksana Harian Ketua Umum Golkar, Ibnu Munzir. Menurut Munzir, salah satu isi surat arahan kepada DPP Golkar itu agar pelaksanaan Munas Golkar tetap dilakukan Desember 2019 sesuai jadwal atau mengacu kepada hasil Munaslub 2017.

Selain itu, dalam surat tersebut Ical tidak meminta dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto. “Hanya meminta evaluasi bagaimana kegiatan yang sudah terlaksana terkait Pilpres dan Pileg 2019,” katanya.

Berita Terkait : Airlangga: Bamsoet Jadi Salah Satu Waketum Golkar

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Theo L Sambuaga kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Menurutnya, surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto memuat hal tentang pengarahan, petunjuk, pertimbangan, saran dan nasihat Dewan Pembina Golkar. 

“Ya, memang betul itu surat dari Dewan Pembina, saya kan Wakil Dewan Pembina dan itu hasil rapat,” kata Theo. Surat tersebut memuat lima poin, antara lain soal perolehan suara Golkar di Pemilu 2019, yaitu jajaran Wanbin Golkar meminta tak ada kegaduhan yang di nilai bisa merugikan partai. 

Selanjutnya, saran Wanbin agar pengurus DPP segera mengadakan rapat pleno untuk melakukan persiapan dan menetapkan jadwal rapimnas dalam rangka konsolidasi Partai Golkar seusai pemilu dan melakukan persiapan serta menetapkan tanggal Munas pada akhir 2019.

Berita Terkait : Pimpin Golkar, Airlangga Menang di Pemilu 2024

 “Yang penting itu intinya Dewan Pembina meminta tidak ada munaslub-munaslub, tidak ada munas dipercepat. Munas itu di gelar pertengahan Desember, sesuai dengan jadwal yang terakhir. Kepemimpinan sekarang kan hasil Munaslub dua tahun lalu dan melanjutkan masa kepemimpinan itu. Masa ke pemimpinan itu, sisa masa ke pemimpinannya berakhir pertengahan Desember,” ucap Theo. 

Theo melanjutkan, ada wacana bikin munas dipercepat atau munaslub. “Nah, itu tidak perlu menurut Dewan Pembina. Mu nas seperti biasa saja, pertengahan Desember, itu kan sudah dekat tinggal 3-4 bulan lagi,” tegasnya lagi. 

Hal sama ditegaskan Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Sya dzily. “Tidak ada alasan yang mendesak munas dipercepat. Memang sudah seharusnya menjadi munas yang normal sesuai periode 5 tahunan,” kata Ace. Ace menilai, masih banyak agenda nasional yang harus dilaksankan. Misalnya, penetapan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. 

Berita Terkait : Malam Ini, Munas X Golkar Bakal Ditutup Wapres KH Ma`ruf Amin

“Karena itu, tidak perlu dilaksanakan munas secepatnya karena tidak ada kepentingan mendesak,” tegasnya. Selain itu, kata Ace, Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga selama satu tahun mengalami peningkatan dari 6 persen menjadi 14 persen perolehan kursi parlemen. 

“Selain Golkar menjadi pemenang kedua di parlemen, Golkar bersama Pak Airlangga sudah terbukti berhasil memenangkan pa sangan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden,” ujarnya. [MHS]